memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Warga Afghanistan di Indonesia memprotes Taliban, menuntut pemukiman kembali

Jakarta, Indonesia (AFP) – Ratusan pengungsi Afghanistan yang tinggal di Indonesia, sebagian besar dari etnis minoritas Hazara, menggelar unjuk rasa pada Selasa mengecam pengambilalihan Taliban atas negara mereka dan menyerukan pemukiman kembali ke negara ketiga.

Indonesia bukan penandatangan Konvensi Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa 1951 dan protokol 1967, dan pemerintah tidak mengizinkan pencari suaka untuk bekerja atau mengakses sekolah umum dan rumah sakit.

Para pengunjuk rasa turun ke jalan di luar kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi di ibu kota Jakarta, dengan banyak yang mengatakan mereka sangat prihatin dengan keluarga mereka di rumah. Kebanyakan Hazara adalah Muslim Syiah. Ekstremis Sunni membencinya dan mendiskriminasi dia oleh banyak orang di negara mayoritas Sunni itu.

“Semua orang takut karena situasi saat ini dan mereka berusaha mati-matian untuk melarikan diri,” kata pengunjuk rasa berusia 28 tahun Hikmat Zeraki.

Zeraki mengatakan kerabatnya, yang tidak tahan bertahun-tahun hidup dalam limbo tanpa pekerjaan, akhirnya kembali ke Afghanistan. Pada hari Jumat, dia menerima pesan teks dari saudara perempuannya yang mengatakan bahwa dia dalam keadaan putus asa dan bahwa semua orang di desa mereka telah mengirim anak perempuan mereka ke luar negeri.

“Afghanistan tidak aman” dan “pengungsi Afghanistan yang dimukimkan kembali dari Indonesia” membaca plakat di kerumunan hari Selasa.

“Menunggu lebih dari delapan tahun tanpa pemukiman kembali benar-benar mengerikan,” kata Zeraki.

Pejabat dari Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi di Jakarta tidak segera dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Para pengunjuk rasa membubarkan diri beberapa jam kemudian, ketika polisi mengancam akan menangkap mereka karena melanggar darurat kesehatan di Jakarta, yang telah dilanda virus corona.

READ  Liga Premier Sepak Bola Kroasia akan disiarkan ke pasar 300 juta orang

Warga Afghanistan merupakan lebih dari setengah dari 13.400 pengungsi Indonesia, menurut angka PBB yang dirilis pada bulan April.

Banyak pencari suaka melarikan diri ke Indonesia sebagai batu loncatan untuk mencapai Australia dengan perahu. Namun sejak tahun 2013, pemerintah Australia telah mengembalikan kapal yang hampir tidak layak berlayar ke perairan Indonesia.