memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Varian Kovit-19 baru di Indonesia membuat pemerintah lebih pusing dalam memerangi epidemi

Jakarta, 7 Maret (Bernama) Indonesia terkejut menemukan dua kasus varian virus baru, setahun setelah wabah Govt-19 di Tanah Air, laporan berita menyebutkan infeksi virus corona masih berlarut-larut.

Dua kasus varian baru Govit-19 di Indonesia sudah dikonfirmasi Wakil Menteri Kesehatan Dante Saxono Harpuono.

“Saya mendapat informasi bahwa mutasi B117 terdeteksi setahun kemudian di Indonesia,” katanya dalam jumpa pers, Selasa.

Negara itu pertama kali didiagnosis virus corona pada 2 Maret 2020.

Dua kasus varian baru ditemukan pada Senin malam, yang berarti Indonesia akan menghadapi epidemi dengan kesulitan yang lebih besar.

Indonesia telah melaporkan dua kasus variasi baru di kabupaten Karawang provinsi Jawa Barat. Varian ini, pertama kali dilaporkan di Inggris, dikatakan lebih menular.

Dua perempuan dengan huruf M dan A dinyatakan positif mutasi virus corona B117. Mereka tiba di Indonesia pada akhir Januari 2021 dari TKI di Arab Saudi.

Setibanya di Bandara Sokarno Hatta Provinsi Ponton, M&A PCR (Polymerase Chain Reaction) melakukan uji lap kain dan menunjukkan bahwa Pemerintah-19 menguntungkan, dan keduanya menjalani isolasi 14 hari di Jakarta. Setelah tes kedua yang menunjukkan hasil negatif, mereka diizinkan kembali ke Karawang.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah memastikan ditemukannya varian baru virus corona di Karowang, dan saat ini Pemprov sedang melakukan penelusuran kontak.

Gubernur telah berkoordinasi dengan universitas untuk melihat apakah peraturan kesehatan saat ini yang mencegah penyebaran COVID-19 lebih lanjut berlaku untuk individu yang terkena varian baru.

Kamil juga meminta masyarakat tidak panik karena antisipasi telah dilakukan oleh Satgas Pemerintah-19.

Presiden Indonesia Joko Widodo juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik mendeteksi virus tersebut.

Saudara sekalian, saya ajak semua, jangan khawatir dengan ditemukannya dua kasus positif P117, ”kata Presiden kepada saluran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis malam.

READ  Sinematografer Taylor Swift 'Willow' tidak tahu dia akan merilis album 'Evermore'

Menurut kepala negara, dua orang yang mengungkap varian baru virus tersebut kini telah dipastikan negatif untuk Pemerintah-19.

“Tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa varian baru ini sangat berbahaya,” kata Presiden, seraya menambahkan bahwa upaya pencegahan telah dilakukan terhadap varian baru tersebut.

“Untuk itu, kita akan ditertibkan dalam menaati rencana kesehatan secara ketat sejalan dengan kecepatan implementasi vaksin,” kata Presiden.

Juru bicara pemerintah Govt-19 Viku Adisamito mengatakan, pemerintah memastikan vaksin Govt-19 yang saat ini digunakan di Indonesia lebih efektif terhadap varian B117, sehingga masyarakat tidak perlu terlalu khawatir dan tetap menggunakan protokol kesehatan.

Indonesia menggunakan vaksin Kovit-19 yang diproduksi oleh Sinovac Biotech China.

Menurut Harvonovo, selain vaksin Sinovac, pemerintah juga berjanji akan membeli vaksin dari perusahaan farmasi lain, seperti AstraZeneca, Pfizer-Bioendech, dan NovaVox.

Semua vaksin tersebut akan digunakan dalam program vaksinasi nasional negara tersebut. – Bernama