memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Untuk pariwisata berkelanjutan, industri perlu membantu mengatasi bencana:

Jakarta (Antara) – Pelaku industri pariwisata harus berperan aktif dalam menangani bencana untuk membantu mewujudkan pariwisata berkelanjutan, kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanusodebjo.

“Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkomitmen untuk agenda ini dengan membangun pariwisata berkualitas tinggi dan berkelanjutan,” kata Tanusodebjo di Meja Bundar Tingkat Menteri Sesi Ketujuh Forum Global Pengurangan Risiko Bencana (GPDRR). ) 2022. di pikiran saya.

Menurut pernyataan yang dirilis Kamis, dalam forum tersebut, dia membahas pembiayaan pengurangan risiko bencana untuk tujuan wisata. Kerugian akibat bencana bertambah tergantung pada ekosistem pariwisata, kata Tanusodebjo.

“Biaya kerugian akibat bencana meningkat karena pariwisata bergantung pada ekosistem yang sehat dan kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, pencegahan dan kesiapsiagaan bencana sangat penting untuk rencana pengelolaan terpadu,” jelasnya.

Indonesia akan menjadi tuan rumah Kemitraan Global ke-7 untuk Pengurangan Bencana Alam dari 23 Mei hingga 28 Mei 2022, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Bali.

Program Global untuk Pengurangan Bencana Alam adalah platform bagi para pemangku kepentingan di sektor mitigasi bencana untuk berbagi praktik terbaik dalam menangani risiko bencana.

Berita terkait: Program Global untuk Pengurangan Bencana Alam: Indonesia memberikan ketahanan berkelanjutan terhadap risiko bencana

Oleh karena itu, kata Tanusodebjo, perlu adanya kerjasama antar pemangku kepentingan dalam menghadapi bencana.

Sementara itu, pakar manajemen krisis Fajar Hotomo mengatakan pihaknya telah meluncurkan aplikasi kalkulator jejak karbon sebagai bagian dari upaya untuk mencapai tujuan pariwisata yang berkelanjutan dan berkualitas.

“Program Carbon Footprint Calculator (CFPC) merupakan upaya kementerian untuk menyeimbangkan nilai emisi yang dihasilkan dengan menyerap jejak karbon untuk membantu mencegah dampak negatifnya terhadap iklim,” jelas Hutomo.

READ  Peluang di sektor fintech di Indonesia

Pada 10 Mei 2022, delegasi Tourism Working Group (TWG) 1 Kepresidenan G-20 Indonesia di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, menyampaikan komitmennya untuk menciptakan iklim pariwisata yang berkelanjutan melalui pembiayaan internasional.

Presiden TWG di Indonesia, Frans Tejoh, mencatat bahwa “pengurangan emisi karbon di sektor pariwisata membutuhkan pendanaan untuk mendukung pergeseran menuju pariwisata yang lebih berkelanjutan.”

Berita terkait: PBB Puji Indonesia Sukses Kendalikan COVID, Gelar GPDRR