memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

TNI AU mengirimkan dua helikopter untuk misi pencarian Sriwijaya

Jakarta (Andara) – TNI AU telah mengirimkan dua pemasok untuk membantu Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (BASARNAS) dalam upaya pengangkatan bagian tubuh dan puing-puing pesawat Sriwijaya SJ-182 yang jatuh.

Dua helikopter, NAS 332 Super Puma dan Eurocopter EC725 Karakal, yang berbasis di Bandara Adang Sanjaya di Pokor, Jawa Barat, melakukan operasi pencarian dan penyelamatan udara dalam Bagian 1 dan 2 yang ditentukan oleh Pasernas. Senin pukul dua.

Operasi udara dipimpin oleh Wakil Marsekal Udara Henry Albiandi, Asisten Kepala Staf Operasi Angkatan Udara.

Kedua helikopter yang dikemudikan oleh Kapten Randy dan Letnan Dua Ontario tersebut membawa beberapa awak SAR dari Divisi Penerbangan Khusus TNI AU.

Dalam perkembangan lain, Otoritas Keselamatan Transportasi Nasional (KNKD) menunjuk kapal penelitian tersebut Paruna Jaya | Membantu proses pencarian untuk mengambil suara kokpit pesawat dan perekam data penerbangan.

Paruna Jaya | Jet Boeing 737-500 dilengkapi dengan teknologi yang dapat membaca Ping dari dua kotak hitam, kata ketua komisi, Surjanto Tajjono, kepada wartawan di Tangerang, Provinsi Ponton.

Tim Divers menemukan seribu pulau ping dari kotak hitam pesawat yang jatuh ke laut tak lama setelah lepas landas pada Sabtu (9 Januari 2021) dari Bandara Internasional Sokarno-Hatta.

Tahsono mengatakan Divers telah bekerja tanpa lelah untuk mencari rekaman suara kokpit dan data penerbangan dari pesawat yang membawa 50 penumpang dan 12 awak untuk penerbangan Jakarta-Pontianak tersebut.

Pesawat Sriwijaya akan diperkuat karena upaya bersama untuk segera menemukan kotak hitam SJ-182 Dari Paruna Jaya Membantu menentukan keberadaan Ping, tambahnya.

Sementara itu Marsekal Udara Pagos Bruhito, Kepala Buzzarnas, sebelumnya mengatakan tim gabungan telah menyita pingpong dari kotak hitam saat dievakuasi.

READ  Aktivis lingkungan mendesak Indonesia untuk memperpanjang larangan izin sawit

“Penyelam telah melakukan operasi pencarian untuk menghilangkan bagian air dan puing-puing dari air serta menemukan dan menemukan kotak hitam pesawat,” katanya.

Kementerian Perhubungan sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa petugas bandara telah kehilangan kontak dengan Srivijaya Airlines pada pukul 14:40 waktu setempat pada hari Sabtu.

Menurut Kementerian, kontak terakhir adalah dengan pesawat Boeing 737-500 nomor registrasi PKCLC, 11 mil laut utara Bandara Internasional Sukarno-Hatta, di ketinggian 11.000 kaki, setelah naik di ketinggian 13.000 kaki.

Penerbangan lepas landas dari Bandara Sukarno-Hatta pada pukul 14:40 waktu setempat pada hari Sabtu dan dijadwalkan mendarat di Bandara Subadio di Pontianak, Kalimantan Barat pada pukul 15:50 waktu setempat. (INE)

Berita Terkait: Varuna Jaya untuk membantu mencari kotak hitam Sriwijaya: KNKD
Berita Terkait: Pasarnas mengumpulkan 40 kantong jenazah dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya

Diedit oleh INE