Sudah disidang Timsus, Hanya Nunggu SK Bupati

Inspektorat Pastikan Sanksi Kepala Dinas ‘Selingkuh’

Sumenep, Memo X
Dugaan kasus perselingkuhan yang melibatkan oknum Kepala Dinas (Kadis) di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumenep masih dalam lingkaran teka-teki di tengah-tengah masyarakat. Pasalnya dugaan kasus tersebut masih di usut oleh Inspektorat Kabupaten Sumenep.


Kepala Inspektorat Kabupaten Sumenep R. Idris menjelaskan, pihaknya sudah berhasil memeriksa oknum Kadis yang diduga terlibat kasus perselingkuhan tersebut. Beberapa saksi yang di panggil di antaranya Kepala Desa Kolor Kecamatan Kota. “Dugaan kasus perselingkuhan ini harus tuntas sampai ke akar-akarnya. Karena ini menyangkut oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), dan berdampak pada masyarakat. Sejatinya, ASN harus memberikan teladan bagi masyarakat umum. Ini malah sebaliknya,” ujarnya kepada beberapa awak media.


Kemudian kata dia, ada Tim Khusus (Timsus) yang menangani kasus ini, yang terdiri dari berbagai unsur. Diantaranya BKPSDM, Inspektorat dan Sekkab Sumenep. Sementara penanggung jawabnya adalah Sekda. Pihaknya mengklaim bahwa dugaan kasus perselingkuhan tersebut akan segera tuntas. Karena Timsus sudah mengantongi beberapa data konkrit dan sudah temukan titik terangnya terkait dugaan kasus tersebut. Sanksinya terhadap oknum Kadis tersebut juga pun mereka kantongi.


Tapi seribu sayang, Inspektorat dalam hal ini tidak memiliki kewenangan untuk membeberkan sanksi apa yang akan di berikan terhadap oknum Kadis tersebut, Tanpa adanya Surat Keputusan (SK) Bupati.


Pihaknya akan berikan sanksi terhadap oknum Kadis yang melanggar kode etik ASN tersebut, kemudian proses Inspektorat sudah final. “Keputusan pemberian sanksi tersebut sudah di sidangkan di Timsus. Sedangkan hasil sidangnya sudah di laporkan ke Bupati. Sekarang ini proses pembuatan SK Bupati,” tegasnya.


Mantan Pj Sekkab itu berharap, kepada semua ASN baik itu pimpinan atau staf agar dapat memberikan teladan bagi bawahannya terlebih kepada masyarakat umum. Tidak lupa juga kepada seluruh ASN harus mematuhi kode etiknya, dan di tahun-tahun berikutnya semoga tidak terulang lagi kasus yang serupa. (hab/edo/jun)

%d blogger menyukai ini: