memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Startup protein alternatif Indonesia OFF FOODS mengumpulkan $1,7 juta dalam putaran benih yang dipimpin oleh Alpha JWC Ventures

Startup teknologi pangan asal Indonesia makan di luar Pada hari Selasa, mengumumkan putaran pendanaan awal $ 1,7 juta yang dipimpin oleh Alpha JWC Ventures dan melibatkan Global Founders Capital (GFC) dan investor strategis lainnya termasuk Creative Gorilla Capital, Lemonilo dan United Family Capital (UFC).

OFF FOODS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka berencana untuk berinvestasi dalam penelitian dan pengembangannya untuk menawarkan bentuk-bentuk baru daging mentah, dimulai dengan pilihan mirip ayam lainnya seperti nugget.

Perusahaan juga akan terus berekspansi ke kota-kota lain di Indonesia dengan meluncurkan game plan langsung bagi pelanggan untuk menjangkau lebih banyak pengguna.

OFF FOODS, didirikan pada tahun 2021 oleh pengusaha serial Dominik Laurus dan pengusaha vegetarian berpengalaman Jhameson Ko, bertujuan untuk menjadi merek Protein Alternatif (Alternative Protein) terkemuka di Indonesia dan luar negeri. Perusahaan meluncurkan produk andalannya OFF DAGING, protein mirip ayam, pada Agustus tahun lalu, dan sejak itu produk tersebut telah mengalami pertumbuhan adopsi 10 kali lipat melalui kemitraan business-to-business (B2B) dengan restoran.

Produk-produknya saat ini tersedia di tujuh kota (Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Yogyakarta, Makassar, dan Bali) melalui restoran mitranya yang mencakup rantai waralaba makanan dan minuman (F&B), Gaaram dan Wanfan, restoran Italia favorit penggemar di Jakarta. Rosie, restoran sehat dan gourmet FITCO Eats. Selain itu, beberapa rilis mendatang diharapkan, termasuk rantai mangkuk nasi 48-port Mangkokku, rantai restoran Jepang Zenbu, dan rantai burger Byurger.

Perusahaan juga baru saja membuka cabang baru di Bali yang merupakan salah satu pasar makanan vegetarian terpenting di Indonesia. Perusahaan akan melihat adopsi dan kemitraan lebih lanjut dalam waktu dekat karena menikmati penerapan yang tinggi di dapur, dari ‘ayam’ goreng hingga nugget hingga ‘sambal ayam’ tradisional, memberikan pasar pasar berkembang besar HORECA dengan rasa dan tekstur yang lebih lokal dibandingkan dengan alternatif produk yang tersedia di pasar saat ini.

READ  Meningkatnya permintaan mobil listrik mendorong perekonomian Indonesia - Opini

“Protein alternatif membutuhkan waktu untuk berkembang di pasar negara maju karena biayanya yang tinggi. Namun, konsumen telah menyadari nilai manfaat kesehatan dan lingkungan yang dibawa oleh produk makanan alternatif. Sekarang sebuah revolusi akan melanda melalui pasar berkembang seperti Indonesia dan sekarang saatnya untuk makanan non-gizi Dengan produk mereka yang enak rasanya, strategi jangkauan pasar yang kuat, dan struktur biaya terbaik di kelasnya yang sesuai untuk pasar berkembang, kami yakin mereka berada dalam posisi yang kuat untuk membawa gerakan protein alternatif untuk rumah tangga Indonesia,” kata Eko Kornyadi, partner di Alpha JWC Ventures.

Ekspansi cepat OFF FOODS datang pada saat sektor nabati secara keseluruhan diperkirakan akan mencapai $480 miliar secara global pada tahun 2024, menurut laporan terbaru dari BIS Research. Industri protein nabati di Indonesia juga diperkirakan akan terus tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 27,5 persen dari tahun 2021 hingga 2027, yang merupakan peningkatan hampir enam kali lipat pada tahun 2027, menurut data dari Research and Markets.

“Kami melakukan lebih dari sekedar menjual makanan. Kami menantikan perubahan gaya hidup di Indonesia yang kami harapkan akan mengarah pada masyarakat yang lebih sehat dan tanah yang lebih berkelanjutan. Apa yang ada di luar daging dan Indonesia hanyalah titik awal kami. Kami senang untuk menerima antusiasme seperti itu dari investor baru dan yang sudah ada, termasuk Kami adalah pakar yang diakui di industri makanan dan minuman, dan kami bersemangat untuk bergerak maju dengan inovasi produk kami, segera berkembang secara nasional, dan akhirnya berkembang secara regional pada tahun 2024, ”kata OFF FOODS Co – Pendiri dan CEO Dominic Loures.

Startup kuliner multi-merek Indonesia Hangry mengumpulkan tambahan $22 juta dalam pendanaan Seri A