Soal Dugaan Suap, Istri Muafaq : Mungkin Itu Tanda Terima Kasih. PCNU Gresik Segera Ambil Sikap

Gresik, Memo X

Tertangkapnya Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik, Muh. Muafaq Wirahadi dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Ketua DPP PPP Romahurmuzy, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin, dan pihak swasta, membuat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gresik tersentak.

Sebab, Muafaq warga Desa Kedamean Kecamatan Kedamean ini tercatat sebagai Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Kedamean. Hal ini dibenarkan oleh Ketua Umum PCNU Kabupaten Gresik KH. Khusnan Ali ketika dihubungi melalaui telepon selulernya, Sabtu kemarin.

“Iya benar, kalau Pak Muafaq yang terkena OTT KPK adalah Ketua MWC NU Kecamatan Kedamean,” katanya.

Kiai Khusnan Ali yang mengaku masih berada di Jakarta ini menyatakan, PCNU Gresik segera menentukan sikap pasca tertangkapnya Ketua MWC NU Kedamean ini dalam operasi senyap lembaga anti rasuah di salah satu hotel di Surabaya pada Jumat (15/3), pagi. “Kami secepatnya akan ambil tindakan tegas,” paparnya.

Untuk itu, PCNU Gresik segera mungkin akan mengumpulkan jajaran pengurus untuk rapat menyikapi tertangkapnya Ketua MWC NU Kedamean oleh KPK. “Kami akan rapat secara organisatoris,” pungkasnya.

Sementara sumber yang berhasil dihimpun Sabtu (16/3) kemarin menyebutkan, bahwa Muafaq sebelum menjabat Kepala Kemenag Gresik ia juga pernah menjadi salah satu pejabat di Kemenag Gresik. Ia kemudian tersandung sebuah masalah atau kasus. Kemudian, Muafaq dimutasi ke Kanwil Kemenag Jatim bebebepa bulan.

Namun, yang membuat banyak pegawai Kemenag Gresik terheran-heran, Muafaq bisa kembali ke Kemenag Gresik dengan jabatan prestis sebagai Kepala Kemenag Gresik. Lebih heran lagi, bukan pejabat Kanwil Kemenag Jatim yang melantik Muafaq sebagai Kepala Kemenag Gresik.

“Kebetulan waktu itu Pak Haris Hasanuddin masih menjabat Plt Kepala Kanwil Kemenag Jatim,” 
ungkap sumber tersebut. “Orang Kanwil ya banyak yang heran ada apa Muafaq bisa menjadi Kepala Kemenag Gresik,” imbuhnya. “Saat Pak Muafaq dilantik bukan orang Kanwil Jatim tapi langsung dari Kemenag RI,” sambungnya. 


Dikonfermasi terpisah pasca tertangkapnya Muafaq, Kurningyat (49), istri Kepala Kemenag Gresik ini, menilai dugaan suap berupa uang yang diberikan suaminya terhadap Ketua Umum PPP Romahurmuziy itu merupakan bentuk terima kasih. Hal ini disampaikan Kurningyat kepada wartawan di kediamannya, Desa Kedamean, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Sabtu (16/3), pagi kemarin. “Kata saya lho ya, (dugaan uang suap, red) sebagai ucapan terima kasih,” katanya.

Ia juga mengaku, mengetahui kabar penangkapan suaminya dari televisi. “Sebagai istri saya tak percaya suami saya seperti itu, karena orangnya jujur,” ungkapnya. Untuk itu, ia berharap suaminya yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh KPK segera dibebaskan.


Kurningyat mengaku terakhir kali bertemu dengan sang suami pada Rabu (13/3), malam. Saat itu, lanjut Kurningyat, suaminya pamit ke kantor Kemenag Gresik. “Waktu itu pamitnya ke kantor. Suami bilang tidak mau ke mana-mana, pokoknya di kantor, bermalamnya di kantor,” ujarnya. 

Saat mendapat kabar bahwa suaminya ditangkap KPK, pada Jum’at (15/2) sore, Kurningyat mengaku tidak menghubungi suaminya. “Karena selama ini suami yang selalu telepon,” jelasnya.

Ditanya hubungan suaminya dengan Haris Hasanuddin selaku Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Kurningyat mengatakan bahwa keduanya sudah seperti saudara. “Sudah lama dekat, mulai di Gresik, pak Haris waktu itu Kepala Kemenag Gresik, bapak sebagai Kasi, seperti kakak beradik, pokoknya akrab sekali, dan cocok,” tuturnya.

Pasca suwaminya ditangkap, Kurningyat juga mengungkapkan bahwa rumahnya turut didatangi oleh tiga petugas KPK pada Jum’at (15/3) krmarin. Dikatakannya, ketiga petugas KPK itu tampak mondar-mandir berusaha melakukan penggeledahan.

Petugas sempat menanyakan kamar, meja, dan lemari khusus milik suaminya selama 10 menit. “Suami saya tidak memiliki kamar khusus dan meja khusus,” katanya. “Tidak ada yang disegel, ” pungkasnya.(sgg)

%d blogger menyukai ini: