memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Sistem pembayaran menjadi tulang punggung ekonomi digital: intelijen bisnis

Yang penting mencapai kelas bawah

Jakarta (Antara) – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destri Damayaanti mengatakan sistem pembayaran akan menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi dan keuangan digital Indonesia.

Berbicara pada Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia yang diselenggarakan oleh BI dalam format campuran di Jakarta, Jumat, ia mengatakan ekosistem ekonomi dan keuangan digital harus didukung oleh sistem pembayaran yang kuat dan sehat.

Ini akan memungkinkan mereka untuk berkembang lebih jauh dan memberikan layanan kepada orang-orang.

Untuk tujuan ini, Business Intelligence, yang mengontrol sistem pembayaran, akan terus mengembangkan peluang, mengurangi hambatan akses, dan membebankan sedikit biaya kepada pengguna, katanya.

Dia mencatat bahwa kolaborasi yang kuat antara lembaga, asosiasi, dan industri akan sangat penting untuk mendidik pengguna sistem pembayaran digital di masa depan.

Ia menambahkan, sistem tersebut harus mendorong inklusi ekonomi yang menjangkau tidak hanya pengguna kelas ekonomi atas, tetapi juga masyarakat kelas ekonomi bawah.

Berita terkait: Sekitar 18,7 juta pedagang, pengguna terdaftar untuk menggunakan QRIS: BI

“Yang penting bisa menjangkau kalangan bawah,” katanya.

Damayanti mencatat, 90 persen dari 90 juta merchant yang menggunakan pembayaran QRIS (Quick Response Code for Indonesian Standard) adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Untuk itu, BI juga mulai membidik kalangan menengah atas untuk penggunaan QRIS.

Dia mengatakan keamanan pengguna tetap menjadi aspek penting dan interkoneksi antar operator sistem pembayaran harus menikmati keamanan yang tinggi di masa depan.

Keamanan yang tepat dan kuat sangat penting bagi regulator. Dia menambahkan bahwa pengguna juga harus disadarkan akan kebutuhan mendesak akan teknologi ini karena akan memberi mereka keamanan.

READ  'Jangan jadikan pekerja migran kambing hitam untuk wabah COVID-19': Aktivis - Patriot

Berita terkait: BI telah mendaftarkan 133 ribu merchant di Kepri menggunakan QRIS

“Kita sebagai regulator harus bisa mengimbangi dan mendukung itu. Operator, provider dan user juga, mungkin ini kebijakan kita,” kata Damiante.

BI meluncurkan sistem pembayaran QRIS untuk pertama kalinya pada tahun 2019 dengan batas transaksi Rs 2 juta. Limit ini dinaikkan menjadi Rp5 juta dan selanjutnya ditingkatkan menjadi Rp10 juta pada Maret 2022.

Berita terkait: Sekitar 19 juta merchant menggunakan QRIS: Bank Indonesia

Berita terkait: Butuh masyarakat yang siap digital untuk mewujudkan visi Indonesia yang maju