memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Sistem kelistrikan Indonesia, PLN, menjanjikan netralitas karbon pada tahun 2050

Jakarta (Jakarta Post / ANN): Monopoli listrik milik negara, PLN telah berjanji untuk menjadi netral karbon pada tahun 2050 dengan rencana untuk melepaskan pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan menggunakan lebih banyak energi terbarukan dalam jaringannya.

Zulkifli Jaini, Ketua, PLN, mengatakan perusahaan berencana untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya dan angin baru, mencampur mata pencaharian dengan batu bara – yang disebut co-firing – menjadi pembangkit listrik tenaga batu bara yang ada dan mengubah pembangkit listrik tenaga diesel menjadi energi terbarukan- pembangkit listrik berbasis.

“Setelah kami tumbuh 35.000 MW [of additional power generating capacity]Kami akan memenuhi kebutuhan listrik Indonesia hanya dengan menggunakan energi terbarukan, ”kata Zulkifli dalam konferensi online, Jumat.

Sejak 2015, PLN telah mengembangkan pembangkit listrik baru dengan pembangkit listrik 35.000 MW, 60 persen di antaranya berbahan bakar batu bara. Rencana yang diamanatkan pemerintah telah mengurangi pendanaan perusahaan dan memperburuk masalah lingkungannya.

Zulkifli menambahkan, kapasitas pembangkit listrik PLN diperkirakan mencapai 1.100 terawatt-hour pada tahun 2050, dibandingkan saat ini 250 DWH dan 300 DWh.

Perusahaan berusaha menggunakan energi terbarukan untuk meningkatkan produksi. Namun, dia tidak menetapkan emisi karbon dioksida perusahaan sebagai kriteria untuk mengukur netralitas karbon.

PLN terhubung dengan lusinan aplikasi lain secara global, seperti Jaringan Nasional Inggris Raya, Excel Energy Amerika Serikat, dan Energi Sarawak Malaysia, berjanji untuk mencapai nol bersih pada tahun 2050 di tengah meningkatnya tekanan global sejalan dengan Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim.

Indonesia, penghasil emisi gas rumah kaca (GRK) terbesar keempat di dunia pada tahun 2015, telah berjanji untuk memberikan kontribusi yang ditentukan secara nasional (NDC) untuk mengurangi emisi GRK setidaknya 29 persen pada tahun 2030 dalam kondisi bisnis normal (PAU).

READ  Indonesia / Volcano Discovery, Ternate, gempa bumi berkekuatan 4,6 di dekat Maluku Utara

Baby Tumiva, direktur pelaksana Essential Services Reform Agency (IESR), mengatakan PLN perlu berhenti membuat atau menandatangani kontrak baru untuk pembangkit batu bara mulai 2025 untuk mencapai proyek dekarbonisasi.

Dia mengatakan PLN harus membangun pembangkit listrik terbarukan 10 gigawatt untuk memenuhi target pencampuran energi terbarukan dan sektor swasta, termasuk rumah tangga, harus berkontribusi antara 3 gigawatt dan 4 gigawatt.

Target pemerintah adalah memiliki 23 persen dari bauran energi primer yang dapat diperbarui pada tahun 2025.

Tahun lalu, pangsa energi terbarukan hanya 13,4 persen.

“Saya kira PLN bisa berbicara secara ekonomi dan teknis pada tahun 2050,” kata Faby kepada The Jakarta Post dalam wawancara telepon, Jumat (7 Mei).

PLN berencana untuk mengubah pembangkit listrik tenaga diesel 2 GW di 2.130 lokasi menjadi pembangkit energi terbarukan.

Pada tahap pertama mulai tahun ini, perseroan akan mengkonversi 200 pembangkit dengan total kapasitas 225 MW yang diharapkan dapat beroperasi pada 2024, sisanya komisioning pada 2026.

Menteri Energi dan Mineral Arifin Tasrif sebelumnya mengatakan, pembangkit batu bara berusia 23 tahun itu memiliki proyek tambahan dengan kapasitas terpasang 5.655 MW.

PLN bertujuan untuk mengurangi emisi di 52 pembangkit listrik tenaga batubara di seluruh negeri pada tahun 2025. Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan 9 juta ton biogas dan menghasilkan 10,6 gigawatt jam.

Perusahaan sejauh ini telah memulai penembakan paralel di 11 pembangkit listrik tenaga batu bara. Untuk melindungi pasokan keanekaragaman hayati, PLN telah mendirikan perusahaan perkebunan milik negara, B.T. Berkebunan Nusandara III (PDPN), sebuah perusahaan kehutanan milik negara milik P.D. Berhudani dan perusahaan pertanian milik negara B.T. Bermitra dengan Chang Hyung Seri.

Putra Adiguna, analis energi di Energy Economics and Financial Analysis Agency (IEEFA), sebelumnya menulis bahwa program co-firing Indonesia, jika ditilik dari pengalaman teknologi tersebut di Amerika Serikat dan China, kemungkinan akan menghadapi tantangan terkait peningkatan harga bio dan pakan ternak.

READ  Toko Serba Ada Indonesia Alphamart mencari pertumbuhan 'ekonomi baru'

“Program pembakaran bersama biologis membutuhkan tidak kurang dari menciptakan industri biofuel skala besar untuk menyediakan pasokan bahan bakar bersama yang berkelanjutan dari 4 hingga 9 juta ton per tahun,” tulisnya dalam sebuah penelitian di bulan Februari. – Jaringan Berita Jakarta Post / Asia