memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Seorang ulama Indonesia yang menginspirasi para ekstremis membebaskannya dari penjara Nanaimo

“Dia dibebaskan di akhir masa hukumannya,” kata Abriante, menambahkan bahwa kementeriannya bekerja sama erat dengan pasukan antiteror Polri dan Badan Anti Terorisme Nasional untuk memberikan keamanan selama pembebasan ulama tersebut.

Bashir, yang mengenakan gaun putih dan masker wajah, didampingi oleh anggota pasukan elite antiteror Polri Densus 88, saat mengendarai mobil yang diparkir di luar Lapas Gunung Sindor, Bogor, Jawa Barat, dini hari. Jumat. Putra Bashir, Abdul Rahim, mengatakan kepada The Associated Press.

Dia mengatakan bahwa keluarga, tim pengacara Al-Bashir dan tim medis mendampingi Al-Bashir, yang kembali ke rumahnya di Solo, Jawa Tengah, sekitar 538 kilometer (334 mil) timur ibu kota, Jakarta, setelah dia dievakuasi. dibebaskan dari penjara. Ambulans mengikuti para pengawal.

Juru bicara Kepolisian Nasional Ahmed Ramadan mengatakan polisi akan terus memantau aktivitas Bashir.

“Saya hanya ingin menghindari ayah saya dari keramaian selama pandemi virus corona,” kata putra Bashir, Abdel-Rahim. “Dia hanya beristirahat dan berkumpul dengan keluarganya sampai wabah selesai, dan tidak akan ada kegiatan lain yang pasti untuknya.”

Bashir ramping berjanggut putih, seorang Indonesia keturunan Yaman, adalah pemimpin spiritual jaringan Islam yang terkait dengan Al-Qaeda dan di balik pemboman tahun 2002 di pulau wisata Bali yang menewaskan 202 orang, kebanyakan dari mereka turis asing, termasuk 88 orang Australia. Dan dia meninggalkan luka yang dalam di negara itu.

Dihadapkan pada tekanan untuk memenjarakan al-Bashir, pihak berwenang Indonesia telah berjuang untuk membuktikan keterlibatannya dalam pemboman Bali dan telah bertempur dalam berbagai pertempuran untuk mendukung dakwaan atas tuduhan lain. Jaksa penuntut tidak dapat membuktikan serangkaian tuduhan terkait terorisme, dan hukuman makar dibatalkan dan hukuman tersebut dianggap telah memalsukan dokumen yang lunak.

READ  Puluhan paus yang terjebak di pantai Indonesia telah mati

Setelah dibebaskan dari penjara pada tahun 2004, dia ditangkap dan didakwa memimpin Jemaah Islamiyah serta memberkati bom Bali. Pengadilan membebaskannya dari kursi kepresidenan Kelompok Islam, tetapi menjatuhkan hukuman 30 bulan penjara karena konspirasi dalam pemboman Bali.

Setelah dibebaskan pada tahun 2006, ia kembali mengajar di Sekolah Setia di kampung halamannya, Solo di Jawa Tengah, dan melakukan perjalanan ke seluruh negeri untuk memberikan khotbah yang berapi-api.

Sekolah Dalam Negeri Islam al-Mu’min yang ia dirikan bersama Abdullah Sanqur pada tahun 1972 menjadi jalur produksi militan di bawah pengaruh al-Bashir, meradikalisasi satu generasi pelajar. Banyak dari mereka kemudian meneror Indonesia dengan pengeboman dan serangan yang bertujuan memulihkan kekhalifahan Islam dan merusak reputasi toleransi negara.

Al-Bashir mengatakan dalam khotbahnya bahwa pendiri al-Qaeda, Osama bin Laden, dan tiga militan yang dijatuhi hukuman mati dalam pemboman Bali bukanlah teroris tetapi “tentara dalam tentara Tuhan.”

Pengadilan Jamaa al-Islamiya melarang kelompok tersebut pada tahun 2008, dan kelompok tersebut dilemahkan oleh tindakan keras tanpa henti terhadap militan yang dilakukan oleh polisi kontraterorisme Indonesia dengan dukungan dari Amerika Serikat dan Australia.

Penggerebekan tahun 2010 di kamp yang dibiayai oleh Bashir merupakan pukulan yang menghancurkan bagi jaringan ekstremis di Indonesia dan memaksa perubahan dalam misi ekstremis Islam. Alih-alih menargetkan orang-orang dan simbol-simbol Barat, militan Indonesia dipandang sebagai “kafir” seperti polisi, pasukan kontraterorisme, anggota parlemen, dan lainnya yang dipandang sebagai penghalang untuk mengubah negara sekuler menjadi negara Islam yang diatur oleh Syariah. Baru-baru ini, para militan terinspirasi oleh serangan ISIS di luar negeri.

Al-Bashir dipindahkan dari isolasi di sebuah pulau penjara ke Lapas Gunung Sindor pada tahun 2016 karena alasan terkait usia dan kesehatannya, dan dia beberapa kali dirawat di rumah sakit karena kesehatannya yang memburuk.

READ  Kompetisi Senam Aerobik Dunia dilaksanakan secara maksimal di Baku

Presiden Joko Widodo hampir menyetujui permintaan pembebasan lebih awal pada 2019 dengan alasan kemanusiaan, tetapi ia mundur setelah protes dari pemerintah Australia serta dari kerabat korban bom Bali.

Ninek Carmini, The Associated Press