memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Seorang pemimpin Indonesia memerintahkan upaya habis-habisan untuk menemukan kapal selam dengan oksigen rendah

Ditulis oleh Agustinos Pio da Costa dan Stanley Widianto

JAKARTA (Reuters) – Presiden Indonesia telah memerintahkan upaya habis-habisan untuk menemukan kapal selam yang hilang berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan 53 awak, yang menurut kepala pertahanan akan berlanjut hingga Sabtu saja.

Indonesia mengirimkan satu helikopter dan lima kapal untuk menggeledah perairan utara pulau resor Bali tetapi tidak menemukan tanda-tanda KRI Nanggala-402, yang hilang Rabu pagi saat latihan torpedo.

“Saya sudah perintahkan Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Laut, Badan SAR dan kasus lainnya untuk mengerahkan semua pasukan dan melakukan upaya maksimal untuk menemukan dan menyelamatkan awak kapal selam,” kata Presiden Joko Widodo, Kamis.

“Prioritas utama adalah keselamatan 53 anggota awak.”

Kepala Staf Angkatan Laut Yudo Margono mengatakan ketenangan membantu pencarian, tetapi pasokan udara untuk awak kapal hanya berlanjut hingga Sabtu.

“Kami berharap akan ada cukup oksigen sebelum kami menemukannya,” katanya dalam jumpa pers di Bali.

Ia menambahkan, kapal sudah lepas dari penggunaan dan dalam kondisi baik.

Kapal seberat 1.395 ton itu dibangun di Jerman pada tahun 1977, menurut Kementerian Pertahanan, dan bergabung dengan armada Indonesia pada tahun 1981. Kapal tersebut menjalani renovasi selama dua tahun di Korea Selatan yang selesai pada tahun 2012.

Indonesia mengatakan bahwa beberapa negara telah menanggapi permintaan bantuan, seperti Malaysia dan Singapura mengirim kapal dan Australia menawarkan “bantuan dengan cara apapun yang memungkinkan.”

Juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan di Twitter bahwa Pentagon mengirim “aset udara” untuk membantu pencarian kapal selam itu.

Kirby mengatakan bahwa Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dijadwalkan untuk berbicara dengan Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto pada hari Jumat “untuk mengungkapkan kesedihan kami dan membahas bagaimana Amerika Serikat dapat memberikan bantuan.”

READ  They will be determined to run the ball more than ever

Para pejabat mengatakan pencarian udara menemukan kebocoran minyak di dekat lokasi penyelaman kapal selam, dan dua kapal Angkatan Laut dengan kemampuan sonar dikerahkan untuk membantu pencarian.

Angkatan Laut mengatakan, minyak yang licin dapat mengindikasikan kerusakan pada kapal atau menjadi sinyal dari awak kapal.

Kepala Staf Yudo mengatakan pihak berwenang telah menemukan elemen “gaya magnet tinggi” yang mengambang di kedalaman 50 hingga 100 meter.

Pembaruan ‘penting’

Indonesia sedang berusaha untuk memodernisasi kemampuan pertahanannya, tetapi beberapa peralatannya sudah ketinggalan zaman dan telah terjadi kecelakaan fatal dalam beberapa tahun terakhir.

Prabowo mengatakan “keharusan” agar Indonesia memperbarui alutsista lebih cepat, tetapi tidak menunjukkan bahwa ada masalah dengan kapal yang hilang.

Juru bicara Angkatan Laut Julius Wedjugono mengatakan kepada KompasTV bahwa kapal selam bertenaga diesel yang menggunakan baterai listrik saat menyelam dapat mempertahankan kedalaman 250-500 meter (820-1.640 kaki).

Juru bicara tersebut mengatakan kepada Kompas TV: “Lebih dari itu bisa berakibat fatal dan berbahaya.”

Perairan di kawasan tersebut lebih dangkal dibanding di bagian lain nusantara namun masih bisa mencapai kedalaman lebih dari 1500 meter.

Angkatan Laut mengatakan pada hari Rabu bahwa pemadaman listrik mungkin terjadi selama penyelaman statis, menyebabkan hilangnya kendali dan mencegah penerapan tindakan darurat jika kapal jatuh 600-700 meter.

Pada hari Rabu, komandan militer Angkatan Darat, Hadi Tjjanto, mengatakan kepada Reuters bahwa kontak dengan kapal selam tersebut terputus pada pukul 4:30 pagi dan pencarian sedang dilakukan sejauh 60 mil (96 km) dari Bali.

Indonesia di masa lalu mengoperasikan armada 12 kapal selam yang dibeli dari Uni Soviet untuk berpatroli di perairan kepulauan yang luas itu.

READ  Arsenal's transfer tour: The search for a midfielder with Mesut Ozil has intensified to close it

Sekarang mengoperasikan lima kapal selam Type 209 buatan Jerman dan tiga kapal baru Korea Selatan.

(Pelaporan bersama oleh Aradana Aravindan di Singapura, Kate Lamb dan John Mayer di Sydney, dan Idris Ali di Washington; ditulis oleh Ed Davis; diedit oleh Martin Beatty, Hugh Lawson, Nick McVeigh, dan Lincoln Fest).