memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Sebagai yang Paling Menguntungkan, BNI Diakui Menteri Erick – Inforial

Inforeal (Jakarta Post)

Jakarta ●
Minggu 31 Juli 2022

2022-07-31
21:37

b2587592dd54281f57bdb7dba90425a6
4
INFORMASI

Gratis

Kinerja laba PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk diterima. , atau BNI, pengakuan instan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Eric Thohir. Menurut Eric, emiten dengan token BBNI siap untuk melompat lebih tinggi dan membuat sejarah.

“BNI sekarang akan menghasilkan laba terbaik dalam sejarah BNI,” kata Eric.

Eric menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran manajemen dan insan, khususnya Komisaris Utama BNI Agus Martowardojo. Dia mencatat bahwa kualifikasi kompetensi yang adil dan tingkat pengalaman selalu ditingkatkan untuk meningkatkan profesionalisme di BUMN.

“Komisaris BNI jelas, ada perwakilan dari kementerian lain, ada perwakilan masyarakat, perwakilan profesional dan perwakilan ahli. Misalnya ada Pak Agus Martuardogo, mantan Menteri Keuangan RI, mantan Gubernur BI. Alhamdulillah, saya ingin [give credit to] Komisaris Utama BNI yang hari ini dapat membantu administrasi untuk beroperasi secara optimal.”

Selain kesuksesan finansial, BUMN yang efektif juga semakin digalakkan, seperti dalam hal kesetaraan gender, yang telah diraih BUMN di jajaran pimpinannya. Seiring dengan suku cadang dan penyederhanaan yang semakin tepat sasaran, juga mengarah pada BUMN yang lebih sehat, efisien dan berkelanjutan.

“Jadi, konteks yang penting adalah kita membuatnya seimbang. Misalnya, bagaimana pengelola BUMN saat ini beroperasi. [looking]; 25 persen [are] wanita – ini [was not the case] sebelumnya. Selanjutnya, kepemimpinan BUMN di bawah 42 [of age] Itu 10 persen dari target,” kata Eric.

Hingga pertengahan tahun ini, BNI telah mencatatkan pemulihan ekonomi yang baik, kata Roicki Tommelar, Presiden Direktur BNI. Aktivitas bisnis dan konsumsi masyarakat yang menguat mendorong kinerja BNI sebagai fungsi intermediasi.

READ  Minggu itu - 6-11 Desember

Sebagai penggerak utama dalam green banking, BNI telah membuktikan bahwa penerapan green finance di Indonesia mampu berkorelasi positif dengan profitabilitas. Transformasi digital yang terus mendorong transaksi perbankan mendorong implementasi layanan green banking BNI yang lebih komprehensif.

“Kami sangat mensyukuri kinerja hingga pertengahan tahun ini. Kinerja fungsi brokerage semakin kuat sejalan dengan tren pemulihan ekonomi. Green banking tetap dapat diterapkan bahkan memiliki potensi profitabilitas yang positif.”

Ruecki menjelaskan, pertumbuhan kinerja organik berbasis layanan digital BNI memiliki hasil yang kuat dan pendapatan operasional sebelum cadangan (PPOP) tertinggi dalam sejarah kinerja BNI. Hal ini dihasilkan dari ekspansi kredit yang sehat dan didukung oleh deposito murah, rekening giro atau tabungan CASA.

Margin bunga bersih stabil di kisaran 4,7 persen, mencapai pencapaian tertinggi pada pendapatan non-bunga, yaitu pada semester pertama 2022 sebesar 7,6 triliun rupee (513 juta dolar AS), meningkat 11 persen year on year. tahun (tahunan). Laba bersih juga diraih berkat penguatan fungsi perantara. Kredit pada semester I tahun ini tercatat sebesar Rp 620,42 triliun, meningkat lebih positif dengan pertumbuhan sebesar 8,9 persen year-on-year.

Sementara itu, Chief Financial Officer BNI Novita Widia Anggraini mengatakan BNI mampu mendorong kinerja fungsi broker yang lebih kuat pada kuartal II 2022. Kredit di sektor korporasi tetap menjadi pendorong akselerasi kredit BNI. Selama triwulan II 2022, BNI menyalurkan pembayaran kredit sebesar Rp 74,3 triliun, lebih tinggi dibandingkan triwulan II tahun 2021 yang sebesar Rp 59,3 triliun. Pembayaran pinjaman pada kuartal kedua tahun 2022 diarahkan terutama kepada debitur korporasi besar.

Percepatan penyaluran kredit ini menyebabkan pembiayaan sektor korporasi swasta tumbuh 14,7 persen secara tahunan menjadi Rp 205,3 triliun. Sektor komersial besar tumbuh 31,2 persen YoY menjadi Rs 48,5 triliun sedangkan sektor kecil juga tumbuh 10,2 persen YoY dengan nilai kredit Rs 100,2 triliun. Total kredit di sektor perbankan tumbuh 7,7 persen YoY menjadi Rs.512,3 triliun.

READ  HSBC berkomitmen untuk meningkatkan investasi di Indonesia melalui kemitraan BKPM - Inforial

Sektor ekonomi yang dibidik di sektor perbankan adalah manufaktur, perdagangan, pertanian, transportasi, pergudangan dan komunikasi. BNI juga memasuki sektor ekonomi hijau seperti energi baru dan terbarukan.”

BNI berharap tren kinerja ekonomi pada semester II 2022 terus meningkatkan fungsi dan kinerja brokerage BNI. Dengan potensi pertumbuhan kreditur green bank yang lebih kuat, BNI tetap optimistis pertumbuhan kredit hingga akhir tahun berada di kisaran 7-10 persen.

“Dengan tren pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung, dan perputaran yang mulai menunjukkan hasil, kami juga berharap pendapatan tahun ini dapat memecahkan rekor laba tertinggi dalam sejarah BNI,” ujarnya.