memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

SE Asia News & Top Stories Merilis Vaksin untuk Pekerja yang Didanai oleh Indonesia

JAKARTA – Indonesia mempercepat program vaksinasi dengan meluncurkan vaksinasi yang didanai perusahaan untuk karyawan pada Selasa (18 Mei).

Pekerja di industri padat karya seperti makanan dan petrokimia akan mendapatkan vaksinasi mereka terlebih dahulu karena fokus negara untuk menjaga output ekonominya.

Presiden Joko Widodo mengatakan pada hari Selasa: “Kami percaya bahwa semua pabrik dan kawasan industri akan dilindungi dari Pemerintah-19 … mereka memainkan peran kunci dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kita. Jika produksi terganggu, pertumbuhan ekonomi kita akan melambat.”

Ia berbicara dalam siaran online pelatihan vaksinasi yang diadakan di 18 lokasi di sebuah kawasan industri di provinsi Jawa Barat.

Perusahaan yang berpartisipasi dalam program ini antara lain perusahaan barang konsumsi Unilever Indonesia, pembuat petrokimia Chandra Azri dan Sinar Mass agribisnis dan makanan. Setiap perusahaan mengelola 2.000 hingga 4.000 tampilan untuk pekerjanya masing-masing.

Program vaksinasi swasta akan memberikan Indonesia vaksin gratis untuk masyarakat umum. Negara ini memulai kampanye vaksinasi pada pertengahan Januari, dengan fokus pada kelompok-kelompok dengan prioritas tinggi seperti petugas kesehatan, polisi dan militer. Program vaksinasi gratis ini akan secara resmi diperluas ke publik pada Juli.

Mr Widodo mengatakan Indonesia, seperti negara lain, menghadapi tantangan yang lebih besar dalam membeli vaksin.

Untuk program vaksinasi swasta, sejauh ini Indonesia baru mengekspor 420.000 dosis, dari 30 juta konfirmasi yang diterima dari produsen.

Vaksin Sinoform China awalnya digunakan untuk program vaksinasi swasta, sedangkan Sinovac China dan Astrogeneka dari Inggris adalah pemasok untuk program vaksinasi gratis.

Mr Widodo mengatakan dalam pidatonya: “Sejauh ini, kami memiliki 23 juta senjata vaksin dengan target kami 380 juta dosis.”

Per 4 Mei, total populasi Indonesia adalah 4,64 persen, menurut ourworldindata.org dan SDG-Tracker, perusahaan patungan antara Universitas Oxford dan organisasi nirlaba global Global Change. Lab Data.

READ  Geng motor Indonesia sebarkan ilmu pertanian ke 'Pulau Hantu' dan sekitarnya

Indonesia adalah negara terpadat di Asia Tenggara dengan populasi lebih dari 20 juta.

Malaysia tercatat 2,83 persen, Thailand 1,65 persen, Filipina 1,54 persen, dan Vietnam 0,6 persen. Per 31 Maret, 1,84 persen di Myanmar. Sedangkan Singapura sebesar 31,67 persen.

Program vaksinasi swasta diharapkan dapat membantu Indonesia dengan cepat mencapai kekebalan kawanan, dan negara mengharapkan untuk memvaksinasi 181,5 juta atau 67 persen dari 270 juta penduduknya pada tahun 2022, kata para ahli. Sekitar 60 persen hingga 70 persen dari populasi perlu divaksinasi untuk mencapai kekebalan kawanan, meskipun lebih banyak angka telah dikutip karena penyebaran Pemerintah-19.

Mr Widodo berkata: “Kami berharap 70 juta orang divaksinasi pada Agustus, atau pada September, sehingga kurva (epidemiologi) akan berada pada titik terendah pada saat itu.”

Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi minus 0,74 persen pada kuartal pertama, yang diharapkan kembali tumbuh positif pada kuartal kedua dibandingkan tahun sebelumnya, karena produksi lintas industri berjalan normal, katanya.