memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Relawan bersepeda memberikan obat-obatan di Semarang, Indonesia

Oleh Bodhi Purwanto

SEMARANG, Indonesia (Reuters) – Melalui kota Semarang di Indonesia, Arrahman Surya Atmaja berhenti di apotek untuk mengambil beberapa vitamin sebelum kembali ke jalan untuk mengantarkannya kepada seseorang yang terisolasi di rumah.

Pria berusia 35 tahun itu adalah bagian dari sekelompok kecil pengendara sepeda sukarela yang menjalankan tugas untuk orang-orang di kota berpenduduk 3 juta, yang telah dilanda pandemi bersama dengan seluruh negeri.

“Saya sedang memikirkan betapa sulitnya mengisolasi diri atau tertular COVID-19, jadi semoga kami bisa membantu orang-orang di luar sana,” kata Arrahman yang memulai pelayanan pada April lalu.

Indonesia telah menjadi episentrum wabah COVID-19 di Asia, dengan rekor jumlah infeksi dan kematian yang tercatat pada bulan ini. Total infeksi melebihi 3,2 juta, termasuk hampir 87.000 kematian.

Di Semarang saja, pejabat telah melaporkan sekitar 78.000 kasus infeksi dan lebih dari 5.600 kematian.

Al-Araman mengatakan permintaan yang paling umum adalah pengiriman obat atau vitamin, yang dia ambil melalui Whatsapp atau Instagram.

Dia mengatakan bahwa sekali, tanpa sadar, dia akhirnya diserahkan ke bangsal perawatan intensif rumah sakit, situasi yang dia coba hindari.

“Saya takut,” katanya, “tetapi perasaan saya memudar ketika saya ingat bahwa saya hanya ingin membantu.” Pengendara sepeda mencoba memastikan bahwa pengiriman dilakukan tanpa kontak.

Arrahman dan sukarelawan lainnya sering kali harus mengangkat sepeda mereka melewati penghalang yang menghalangi “zona merah” atau area dengan infeksi tinggi.

“Mungkin karena kita membantu masyarakat, itu akan meningkatkan kekebalan kita, dan mungkin memang begitu,” candanya.

(Laporan oleh Buddy Purwanto; Editing oleh Jane Wardle)