memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

RACH untuk membiayai ekspansi Indonesia melalui investasi EGAT

Pembangkit listrik milik Ratch Group di Ratchaburi. (Foto: Perusahaan Pembangkit Listrik Ratchaburi)

Otoritas Pembangkit Listrik Thailand (Egat) yang dikelola negara akan menyuntikkan 11,25 miliar baht ke anak perusahaannya yang terdaftar di SET, Ratch Group Plc, perusahaan pembangkit listrik swasta terbesar di Thailand berdasarkan kapasitas, untuk meningkatkan modal terdaftar dan memperluas investasi di Indonesia, yang merupakan negara A dengan kepadatan penduduk yang tinggi. permintaan energi.

Keputusan tersebut baru-baru ini disetujui oleh Kabinet, yang memungkinkan EGAT untuk melakukan investasi tambahan sejalan dengan 45% sahamnya di Ratch.

Ratch meningkatkan modal terdaftarnya menjadi 22,192 miliar baht, dibandingkan dengan 14,5 miliar baht, untuk membiayai sebagian akuisisi PT Paiton Energy (PE), yang mengoperasikan dua pembangkit listrik tenaga panas berbahan bakar batubara, dengan kapasitas 2.045 MW, pada tahun Jawa.

Nilai pembelian saham tersebut diperkirakan mencapai 25,42 miliar baht. Transaksi tersebut dijadwalkan selesai pada kuartal kedua tahun ini.

“Lebih baik menambah modal terdaftar daripada mencari lebih banyak pinjaman, yang dapat menyebabkan rasio utang terhadap ekuitas perusahaan meningkat secara signifikan, yang pada akhirnya mempengaruhi likuiditas,” kata Ponyanit Wengrokmit, gubernur EGAT.

Berinvestasi di Indonesia adalah langkah yang tepat pada saat aset pembangkit listrik baru di Asia Tenggara langka.

Ponyanit mengatakan pembelian saham di PE akan membuka jalan bagi Ratch untuk memanfaatkan peluang bisnis baru di negara dengan populasi terbesar di kawasan itu.

Akuisisi dua fasilitas baru di Indonesia akan membantu Ratch meningkatkan kapasitasnya untuk menghasilkan listrik dari pembangkit listrik domestik dan lepas pantai menjadi 10 gigawatt selama tiga tahun ke depan.

Perusahaan membutuhkan fasilitas baru karena konsesi pembangkit listrik tenaga gas lama, yang telah beroperasi selama hampir dua dekade di Ratchaburi, akan segera berakhir.

READ  Pesantren, Ekonomi Sah Dapat Menggerakkan Perekonomian Nasional: Eric Thoehr

Pembangkit listrik Ratch di kabupaten ini mencakup tiga fasilitas pembangkit listrik termal, masing-masing dengan kapasitas 700 MW, dan pembangkit listrik gabungan sebesar 1.400 MW.

Pada bulan Juni tahun lalu, Ratch membeli 45% saham PE dari Mitsui & Co melalui RH International (Singapore) Corporation Pte (RHIS) yang dimiliki sepenuhnya.

Dua pembangkit listrik PE berlokasi di Paiton Power Complex, pusat pembangkit listrik dan sumber energi utama untuk Jawa.

Berdasarkan perjanjian jual beli listrik dengan perusahaan listrik milik negara PT Perusahaan Listrik Negara, kompleks Paiton Power memiliki jangka waktu 21 tahun untuk memasok listrik kepada pemerintah Indonesia.

Energi bersih akan mencapai 25% dari total energi pada tahun 2025, naik dari 15% saat ini, menurut Ratch.