memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Pria Jepang ditangkap di Indonesia karena penipuan bantuan COVID

Placeholder saat tindakan artikel dimuat

JAKARTA, Indonesia – Pihak berwenang di pulau Sumatera Indonesia telah menangkap seorang pria Jepang yang melarikan diri ke Jepang dengan tuduhan membantu dan bersekongkol $ 7,3 juta dalam usaha kecil di Jepang, kata polisi Rabu.

Mitsuhiro Taniguchi, 47, ditangkap oleh petugas imigrasi dengan dukungan polisi setempat di sebuah rumah milik seorang penjual ikan di kabupaten Lampung tengah Selasa malam, kata juru bicara Polri Teddy Pressetto.

“Dia memberi tahu pemilik rumah bahwa dia ingin berinvestasi dalam penangkapan ikan di daerah itu,” kata Precidio, yang telah tinggal di rumah itu selama dua minggu sebelum pihak berwenang menemukannya.

Kovit-19 digeledah secara pribadi oleh polisi Jepang untuk penipuan hibah dan meninggalkan Jepang ke Indonesia pada Oktober 2020, kata Pressettio.

Panel pribadi dan kenalan dikatakan telah mengajukan sekitar 1.700 aplikasi palsu untuk dana bantuan Pemerintah-19. Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo yakin telah menerima hibah untuk lebih dari 960 aplikasi, dengan total 960 juta yen ($ 7,3 juta), kata Precetio.

Tahanan, yang dicari oleh polisi Jepang sejak awal Mei, telah diserahkan ke Divisi Pengawasan dan Penegakan Imigrasi.

Tersangka yang mengenakan masker, celana pendek, dan baju jingga tahanan imigran itu dihadirkan dalam konferensi pers, Rabu, di Ibu Kota Jakarta. Dia tidak berkomentar.

Pejabat Imigrasi Neoman Kede Surya Mataram mengatakan pada konferensi pers beberapa hari sebelum penangkapannya bahwa pejabat kedutaan Jepang telah membatalkan paspor Tanikuchi dan bahwa tersangka terakhir terlihat di daerah Lampung.

“Ia berada di Indonesia adalah ilegal setelah otoritas Jepang mencabut paspornya,” kata Presidio.

Pejabat kedutaan Miyako Takayuki mengatakan otoritas kedua negara bekerja sama untuk mengekstradisi dia.

READ  Pakistan, Turki dan Indonesia terletak di zona aktif seismik

Polisi Tokyo menangkap mantan istri Tanikuchi dan dua putra mereka karena dicurigai melakukan penipuan pada 30 Mei dan menambahkan Tanikuchi ke daftar buronan internasional, lapor surat kabar Jepang. Minichi Shimpa. Dikatakan diduga menggelapkan 3 juta yen ($ 22.500) dalam hibah COVID-19 dari Juni hingga Agustus 2020.

Rencana tersebut diketahui pada Agustus 2020 saat Kantor Hibah berkonsultasi dengan Kepolisian Tokyo. Tanikuchi diyakini telah meninggalkan Jepang dua bulan kemudian, kata surat kabar Jepang Asahi Shimpan berkata.