memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Presiden Widodo mengatakan pandemi telah mengubah budaya Indonesia

JAKARTA, Indonesia (AP) – Presiden Indonesia berjanji untuk meningkatkan pengujian dan perawatan COVID-19 dalam pidato pada hari Senin menandai kemerdekaan negara itu dan mengatakan pandemi telah mengubah budaya Indonesia dengan cara yang akan menjadi fondasi kemajuan.

Presiden Joko Widodo mengatakan memakai masker, tidak berjabat tangan dan menghindari keramaian dulunya adalah hal yang tabu, saat bekerja dari rumah, belajar jarak jauh, rapat online, dan sidang online sudah menjadi kebiasaan baru yang dulunya ragu untuk kita lakukan. Pidato pada kesempatan peringatan 76 tahun kemerdekaan negara.

“Di tengah dunia yang bergejolak saat ini, semangat perubahan, semangat perubahan dan semangat inovasi menjadi dasar untuk membangun Indonesia yang maju,” kata Widodo. “Dengan pandemi COVID-19, percepatan inovasi telah menjadi bagian integral dari kehidupan kita sehari-hari.”

Hanya setengah dari 711 senator dan anggota parlemen yang hadir di Parlemen karena pidato Jokowi pada malam Hari Kemerdekaan, sementara sisanya hadir dari jarak jauh dalam langkah jarak sosial.

Negara terpadat keempat di dunia itu mencapai puncaknya bulan lalu dengan tertinggi harian 50.000 kasus baru, lebih dari lima kali tingkat tinggi biasanya pada bulan Juni. Juli adalah bulan paling mematikan, dengan lebih dari 30.100 kematian akibat virus corona baru tercatat, ketika pasien menyerbu rumah sakit atau meninggal di rumah atau saat menunggu perawatan. Total 3,8 juta kasus dan 117.588 kematian adalah pernyataan yang meremehkan karena pengujian yang rendah dan langkah-langkah penelusuran yang buruk di negara berpenduduk 270 juta orang.

Hampir semua pemimpin daerah bekerja berdampingan untuk mengatasi masalah kesehatan dan ekonomi, kata Widodo, dan pemerintahannya akan meningkatkan manajemen pengujian, penelusuran, pengobatan dan vaksinasi di lapangan, serta oksigen medis.

READ  Indonesia menunjukkan cintanya saat gladiator berburu emas

“Ketersediaan dan keterjangkauan obat-obatan harus dipastikan, dan tidak ada toleransi bagi siapa pun yang menghalangi misi kemanusiaan dan nasional kita,” kata Widodo.

Jakarta, yang pernah menjadi episentrum wabah COVID-19, mengalami penurunan kasus aktif dan kasus baru dari pertengahan Juli hingga minggu lalu, dari lebih dari 100.000 menjadi kurang dari 15.000 kasus aktif per hari dan dari lebih dari 10.000 menjadi kurang dari 2.500 kasus baru per hari.

Juga, pasien tidak ditolak seperti di masa lalu.

Pembatasan kegiatan publik, yang oleh pemerintah dianggap membantu meringankan tekanan pada rumah sakit, telah dilonggarkan di ibu kota. Pihak berwenang di Jakarta telah membuka kembali pusat perbelanjaan, tempat ibadah, dan tempat olahraga luar ruangan sejak minggu lalu dengan batasan kapasitas tertentu dan orang harus membuktikan bahwa mereka telah divaksinasi.

Sementara data saat ini menggembirakan, krisis kesehatan yang menghancurkan masih jauh dari selesai, kata Dewi Noor Issa, Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Data Gugus Tugas COVID-19 Nasional. Dia mencatat bahwa kasus COVID-19 baru meningkat di provinsi-provinsi tertentu di luar pulau Jawa terpadat di negara itu meskipun ada pembatasan.

Indonesia memulai vaksinasi agresif lebih awal dari banyak negara di Asia Tenggara. Negara ini bertujuan untuk memvaksinasi lebih dari 208 juta dari 270 juta penduduknya pada Maret 2022, tetapi pihak berwenang telah memvaksinasi penuh 28 juta orang dan sejauh ini memvaksinasi sebagian 30,5 juta lainnya.

“Saya menyadari sepenuhnya bahwa pandemi COVID-19 telah membawa serta kelelahan, kebosanan, kepenatan, kesedihan, dan kesedihan,” kata Jokowi dalam pidato penutupnya, seraya menambahkan bahwa banyak kritik terhadap pemerintahannya, terutama pada hal-hal yang belum terselesaikan.

READ  Mola TV Taps Harmonic untuk streaming UEFA Euro 2020 dalam UHD HDR

“Kritik yang membangun sangat penting dan kami selalu menanggapinya dengan memenuhi tanggung jawab kami seperti yang diharapkan masyarakat,” katanya.