memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Presiden: Badan internasional mengharapkan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia 4,5%

Kita harus buktikan bahwa Indonesia bisa lebih baik dari yang mereka harapkan. Kuncinya, energi nasional harus bersatu, fokus menanggulangi krisis kesehatan, dan mendorong pertumbuhan yang berkualitas.

Jakarta (Antara) – Beberapa lembaga global, termasuk Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh 4,5 persen tahun ini, menurut Presiden. Joko Widodo (Jokowi). ).

Saat berpidato di CNBC Indonesia Economic Outlook Forum yang diadakan secara online pada hari Kamis, Jokowi menekankan bahwa Indonesia harus berada dalam posisi untuk memenuhi harapan.

Untuk itu, Presiden menegaskan, seluruh elemen bangsa harus bersatu dan mengarahkan perhatiannya untuk mengatasi krisis kesehatan agar negara dapat mencatatkan pertumbuhan yang berkualitas.

“Kita harus buktikan bahwa Indonesia bisa lebih baik dari yang diharapkan. Kuncinya, energi nasional harus bersatu, fokus menangani krisis kesehatan, dan tekanan untuk pertumbuhan yang berkualitas,” ujarnya.

“Pertumbuhan ekonomi kita sedang dalam proses pemulihan, dan dalam masa pemulihan kita harus salut dengan optimisme, semangat, kerja keras dan keberanian,” tegasnya.

Presiden mencatat bahwa kunci pemulihan ekonomi negara terletak pada kemampuan semua pihak untuk menangani epidemi.

“3M (cuci tangan, pakai masker dan menjaga jarak sosial) dan 3T (pelacakan, pengujian, pengobatan dan PPKM (pembatasan sosial skala kecil) harus terus dilaksanakan sementara pada saat yang sama program vaksinasi skala besar harus dilakukan. . “

Indonesia mencatat kontraksi ekonomi yang lebih lambat sebesar 2,07% tahun-ke-tahun pada tahun 2020 dibandingkan dengan perkiraan pemerintah sebesar 2,2-1,7%, kata Badan Pusat Statistik (BPS).

“Secara kumulatif, perekonomian Indonesia pada 2020 menyusut 2,07% dibandingkan 2019,” kata Ketua BPS Suhariyanto saat jumpa pers di Jakarta, belum lama ini.

READ  Indonesia mengharapkan transformasi ekonomi yang didorong oleh vaksin

Dia mencatat bahwa ekonomi berkontraksi 2,19 persen tahun ke tahun pada kuartal keempat tahun 2020 meskipun pemerintah melakukan beberapa perbaikan.

Perekonomian Indonesia telah menunjukkan tanda-tanda kontraksi akibat pandemi COVID-19 sejak kuartal pertama tahun 2020 yang hanya mencatatkan pertumbuhan 2,97 persen.

Dalam keadaan normal, perekonomian Indonesia mencatat pertumbuhan rata-rata lima persen tahun-ke-tahun di triwulan pertama.

Pandemi yang mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas manusia tersebut mendorong Indonesia ke dalam resesi setelah pertumbuhan ekonominya menyusut 5,32 persen pada triwulan II dan 3,49 persen pada triwulan III tahun lalu.

Kunta Wipawa Dasa Nugraha, Pakar Belanja Pemerintah Kementerian Keuangan, mengatakan perekonomian Indonesia yang mengalami kontraksi 2,07 persen year on year pada 2020 berada di atas rata-rata global.

“Meski kurang, tingkat global kurang dari 3,5 persen, yang berarti kita jauh lebih baik dari rata-rata global. Beberapa negara mendapat skor negatif jauh lebih tinggi dari 3,5 persen,” kata Suharianto dalam webinar tentang akselerasi Jejaring sosial. ekonomi di sini pada hari Minggu.

Ia mengatakan perekonomian Indonesia didorong oleh kontraksi tajam sebesar 5,32 persen pada triwulan II tahun 2020, karena akselerasi stimulus pemerintah belum maksimal.

Berita terkait: Jokowi menyoroti persyaratan untuk melampaui perkiraan pertumbuhan pada 2021

Berita terkait: Menteri mengharapkan ekonomi pulih menjadi 4,5-5,5% pada tahun 2021

Diedit oleh INE