memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Polisi Indonesia mendakwa 8 orang Papua dengan pengkhianatan atas penerbangan Bintang Kejora

Oleh Dias Swandi di Jayapura

Delapan tersangka pemuda telah diumumkan atas tuduhan kriminal paling banyak (Pengkhianatan, Sabotase, Pemberontakan) untuk mengibarkan bendera kemerdekaan Papua yang dilarang Bintang fajar Di GOR Sundarawasih Jayapura minggu ini tanggal 1 Desember.

NS Bintang fajar Ini adalah simbol yang digunakan sebagai bendera oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan sebagian besar organisasi masyarakat sipil.

Mereka berinisial MSY, YM, MY, MK, BM, FK, MP, dan MW – kebanyakan mahasiswa.

Protes pengibaran bendera diadakan di seluruh dunia dalam solidaritas dengan seruan West Papua untuk penentuan nasib sendiri.

Upacara pengibaran bendera menandai peringatan 60 tahun deklarasi kemerdekaan Papua Barat dari pemerintahan kolonial Belanda pada tahun 1961.

Kecelakaan pengibaran bendera di GOR Sandrawaseh terjadi pada Rabu sore. Sebelum aksi dilakukan, pada 30 November, delapan pemuda itu menggelar pertemuan di sekitar Asmara Maru, menurut laporan polisi.

Rapat tersebut diduga dipimpin oleh MY alias M yang menjabat sebagai pimpinan gerakan dan pengibaran bendera. Saya juga membuat bendera dan spanduk yang nantinya dibawa tersangka.

Pawai parlemen direncanakan
Usai mengibarkan bendera di atas Gelanggang Olahraga Cendrawasih (GOR), para pemuda berencana menuju Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Papua.

Bendera Bintang Kejora yang dilarang berkibar di atas gedung Gelanggang Olahraga Cenderawasih di Jayapura, Papua, pada “Hari Kemerdekaan” 1 Desember. Foto: Antara News

Kabag Humas Polda Papua, A. Bintang fajar ditarik di atasnya.

Sementara itu, orang kedelapan ditugaskan untuk mendokumentasikan acara tersebut dan mempublikasikannya di media sosial.

Kedelapan orang tersebut dijerat dengan Pasal 106 KUHP jo Pasal 110 KUHP jo Pasal 87 KUHP karena “persekongkolan melakukan kejahatan terhadap keamanan negara”.

“Kedelapan tersangka saat ini ditahan di Rutan Mabolda Papua untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Kamal.

Kritik Amnesti Internasional
Pada hari Jumat, Amnesty International mengkritik penangkapan tersebut, di antara 34 penangkapan pengunjuk rasa Papua minggu ini, serta 19 orang terluka dalam demonstrasi di tempat lain di Indonesia.

READ  Gajah Indonesia mati setelah kehilangan separuh belalainya

“Tidak seorang pun boleh ditangkap hanya karena ekspresi damai dari pandangan politik mereka,” kata Osman Hamid, direktur Amnesty International di Indonesia. Laporan Kantor Berita mengatakan.

Polisi tidak segera menanggapi permintaan media untuk mengomentari pernyataan Amnesty International.

Di bulan Juni 2020, Indonesia Dia dijatuhi hukuman penjara Tujuh orang Papua didakwa makar, sementara Philip Karma, tokoh kemerdekaan Papua, menghabiskan 11 tahun penjara setelah mengibarkan bendera terlarang di depan umum. Dia dibebaskan pada tahun 2015.

Di Ambon, Maluku, Laporan Peritabita Demonstrasi puluhan mahasiswa di Papua dalam rangka Hari Kemerdekaan berakhir ricuh setelah mereka dibubarkan paksa oleh polisi.

Mahasiswa Papua yang belajar di Ambon menolak tindakan polisi dan melakukan perlawanan.

Polisi akhirnya berhasil memaksa mundur para pengunjuk rasa yang mengenakan pakaian dan aksesoris Bintang fajar menyadarinya.

Ambon dan Kabag Humas Polres Ambon, Inspektur II Polisi Isaac Letemiya, mengatakan kepada wartawan bahwa demonstrasi bubar karena para pengunjuk rasa tidak memiliki izin polisi.

Diserang oleh para penjaga
Di ibu kota provinsi Bali Denpasar, protes yang dilakukan oleh Pengurus Kota Bali dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP-KKB) dan Front Rakyat Indonesia untuk Papua Barat (FRI-WP) berakhir dengan bentrokan dengan kelompok main hakim sendiri bernama Nusantara Garuda Patriots. (PNG), Laporan Detik.com.

AMP-KKB mengatakan 12 anggotanya terluka dalam bentrokan tersebut.

“Berdasarkan data kami dari AMP, kawan kami ada 12 orang (luka-luka). Ketua AMP-KKB Yesaya Gobay mengatakan ada yang ditendang oleh PGN, lalu ada kawan yang tertembak. batu.

Diterjemahkan oleh James Palofsky untuk IndoLeft News. Judul asli artikel tersebut adalah Kibarkan Bendera Bintang Kejora Dekat Polda Papua, 8 Pemuda di Jayapura Diduga Makar.

Cetak Ramah, PDF, dan Email