Polinema Tingkatkan Sertifikasi

  • nova 20 Februari 2019

 

 

*Permudah Lulusan Polinema Berpeluang Kerja Nasional dan Internasional

 

Kota Malang, Memo X

Untuk menghadapi persaingan bebas, kompetensi yang dimiliki sebagai peluang dalam memenangkan kompetisi. Salah satunya, selain skill juga dibuktikan dengan sertifikasi dari lembaga kompeten. Mewujudkan hal tersebut, Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar Seminar Nasional Simulasi & Sertifikasi, bertajuk “Akreditasi, Sertifikasi, dan Pengembangan Kompetensi, Era Revolusi Industri 4.0”, di Gedung Teknik Mesin lantai 8 Polinema, Malang, Selasa (19/2/2019) pagi.

Pada acara itu menghadirkan para pembicara, diantaranya Dr. Gofur Ahmad, ST, MM. (Akademis & Praktisi Sertifikasi – Akreditasi), Prof. Dr. Ir. Zaidir M.Eng, M.Sc (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi), Mohd. Norsaiful Anuar (General Manager Welding Division PT. Multi Mayaka), dan Ir. Supandi, MM (Ketua Umum Masyarakat Standarisasi Indonesia).

“Sebagaimana target utama Kemenristekdikti tahun ini yaitu peningkatan mutu. Pendapatan domestik bruto Indonesia masuk G-20, namun belum menjamin Indonesia maju karena tergantung SDM. Sebagai miniatur, Polinema sebagai pendidikan vokasi sekaligus penerapan teknologi 4.0, memiliki peranan penting untuk memajukan SDM, dalam memenangkan persaingan perdagangan bebas. Karena yang bisa memenangkan, yaitu yang bisa berkompetisi dan kompeten,” ungkap Wakil Direktur I Polinema, Supriatna Adisuwignjo, ST, MT, dalam sambutannya.

Secara jumlah, lanjut Priatna, sapaan akrabnya, Polinema mampu memenangkan kompetisi. Namun, dalam pelaksanaannya harus diimbangi dengan peningkatan mutu. Salah satunya upaya pembekalan lulusan dengan minimal 1 sertifikasi.

“Terima kasih kepada partner Polinema dalam mendukung dan bekerjasama untuk meningkatkan kualitas SDM. Sehingga lulusan siap kerja dan dibuktikan dengan sertifikasi. Minimal 1 lulusan 1 sertifikasi, dan ditargetkan 3-4 sertifikasi. Sehingga setiap tahun memiliki 1 sertifikasi sebagai bekal memenangkan persaingan. Selain itu, 2020-2024 ditargetkan bisa bersaing di tingkat Asia,” beber Supriatna.

Dengan akreditasi A dari BAN PT baik prodi dan institusi, ditargetkan juga mampu terakreditasi internasional. Sehingga pengakuan lulusan Polinema diakui secara nasional dan internasional. “Dengan seminar sertifikasi ini mampu mewujudkan target-target tersebut menjadi lebih konkret, baik nasional dan internasional,” pungkas Supriatna.

Sementara itu, Ketua Panitia Dr. Ir. Bambang Sugiyono AP, MSc, mengatakan, seminar ini untuk mewujudkan ISO 1700024 yang akan diperoleh civitas akademika Polinema yang terstandardisasi nasional dan internasional. “Dalam seminar ini melibatkan networking 325 peserta dari SMK, Perguruan Tinggi, Dosen, dan pelaku industri, di Malang Raya,” jelas Bambang.

 

Sementara itu, General Manager Welding Division PT. Multi Mayaka, Mohd. Norsaiful Anuar, menjelaskan, untuk peningkatan kompetensi mahasiswa yang perlu diperhatikan adalah dalam bidang digitalisasi.

Selama ini mahasiswa selalu terbeban dengan welding atau teknik dalam penyambungan logam. Dengan adanya kompetensi digitalisasi dalam bidang welding, mahasiswa dapat lakukan simulasi secara software berbasis IT dengan lebih mudah. “Jadi lebih efisien, menghemat biaya. Jadi (kompetensi) digitalisasi ini yang perlu untuk ditingkatkan,” ungkap Mohd. Norsaiful Anuar. (rhd/man)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: