memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Pilot Indonesia Meninggal Setelah Mendarat Karena Sakit

Jakarta, Indonesia — Pilot pesawat penumpang di Indonesia jatuh sakit 15 menit setelah lepas landas pada hari Kamis dan terpaksa kembali ke bandara sebelum dibawa ke rumah sakit, di mana ia kemudian meninggal.

Penerbangan Citilink Indonesia – Airbus A320 yang membawa lebih dari 100 penumpang – lepas landas dari bandara internasional Surabaya di provinsi Jawa Timur dan menuju ke Ujung Bandung di provinsi Sulawesi Selatan.

Penyebab kematian pilot tidak segera diketahui.

Menurut pernyataan Dewa Kadek Rai, Presiden Direktur PT Citilink Indonesia, maskapai mengatakan telah melakukan pemeriksaan kesehatan pra-penerbangan pada semua personel yang bertugas dan telah dinyatakan “layak atau fit untuk terbang”.

Penumpang dan awak lainnya selamat dan pesawat kemudian mencapai tujuannya dengan pesawat dan awak baru.

Citilink Indonesia adalah maskapai berbiaya rendah dan anak perusahaan dari maskapai milik negara Garuda Indonesia Group. Ini melayani lebih dari 100 rute ke 47 tujuan domestik dan internasional.

Maskapai penerbangan Indonesia dilarang terbang ke Eropa karena alasan keamanan pada tahun 2007, meskipun banyak layanan diizinkan untuk dilanjutkan selama dekade berikutnya. Larangan itu benar-benar dicabut pada 2018.

Rekor penerbangan Indonesia adalah salah satu yang terburuk di Asia, dengan lebih banyak kecelakaan penumpang udara sipil sejak 1945 daripada negara lain di kawasan ini. Pelatihan pilot yang buruk, kerusakan mesin, masalah kontrol lalu lintas udara, dan perawatan pesawat yang buruk menjadi penyebab kecelakaan di masa lalu.

READ  Indonesia bukan pilihan pertama untuk kenaikan harga CP