memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Perusahaan Induk Ultra-Mikro akan memberikan insentif kepada wirausahawan baru: Kadin

Induk mikro akan menjadi payung bersama bagi BRI, Pegadaian dan PNM untuk menampung UMKM dan usaha mikro untuk memperoleh pembiayaan dan menambah populasi perusahaan nasional.

Jakarta (Antara) – Rencana pemerintah membentuk badan usaha mikro milik negara diharapkan dapat menambah jumlah wirausaha baru di Indonesia, menurut Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

“Rencana pembentukan perusahaan induk mikro sudah tepat dan tepat.” Wakil Presiden Pengembangan Wirausaha Nasional Caden, Arsjed Rasheed, mengatakan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, bahwa ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk mendorong perkembangan wirausaha baru. terutama di daerah.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero), atau PNM, akan bergabung menjadi perusahaan induk ultra-kecil, yang diharapkan akan didirikan pada kuartal ketiga tahun 2021 .

Rasjid mengatakan, mendirikan perusahaan induk telah menjadi langkah strategis di banyak negara, termasuk Indonesia, untuk mengakomodir regulasi pemerintah dan keuntungan akses.

Ekosistem usaha mikro yang terintegrasi diharapkan dapat mempercepat pemulihan UMKM dan juga usaha mikro yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional yang terkena dampak parah virus Corona. -19 pandemi, jelasnya.

Menurut data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, pada 2020 kredit yang diberikan kepada UMKM hanya menyumbang 19,97 persen dari total pinjaman perbankan nasional, padahal 99 persen perusahaan di Indonesia adalah UMKM.

Sektor ini mempekerjakan 97 persen angkatan kerja nasional dan memberikan kontribusi 60 persen terhadap PDB.

“Induk mikro akan menjadi payung bersama bagi BRI, Pegadaian dan PNM untuk menampung UMKM dan usaha mikro untuk memperoleh pembiayaan dan menambah populasi perusahaan nasional,” kata Rasjid.

READ  Para pemimpin G7 menunjukkan sedikit konsensus tentang China. Setiap diskusi adalah perubahan besar big

Pemerintah Indonesia telah menegaskan bahwa pengembangan ekosistem BUMN bagi pelaku usaha mikro dan UMKM tidak hanya bertumpu pada pertimbangan bisnis, tetapi juga pada semangat meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha dan pekerja.

Sebelumnya, Menteri Proyek Pemerintah Eric Thoher mengatakan, sinergi antara badan usaha milik negara dengan perusahaan induk akan memberikan lebih banyak peluang bagi UMKM untuk mendapatkan pinjaman dengan suku bunga yang lebih rendah.

“Saat ini salah satu kendala yang dihadapi pelaku UMKM adalah kurangnya akses keuangan. Oleh karena itu, model usaha mikro akan difokuskan pada pemberdayaan usaha dan pengembangan usaha untuk mengembangkan usaha kecil,” imbuh Menkeu.

Ekosistem akan memberikan layanan produk yang lebih luas dan pembiayaan yang lebih murah untuk hampir 29 juta usaha mikro pada tahun 2024, katanya. (INE)

Berita terkait: Kisah ulus mencerminkan kekuatan ekonomi kreatif Indonesia

Berita terkait: BI membayangkan usaha kecil dan menengah, dan pariwisata sebagai kekuatan baru bagi Indonesia di masa depan

Diedit oleh INE