memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Penyelam memulihkan catatan data pesawat Indonesia yang jatuh – Berita Boston, cuaca, olahraga

Jakarta, Indonesia (AFP) – Penyelam angkatan laut Indonesia, yang mencari di dasar laut, pada Selasa menemukan perekam data penerbangan dari pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di Laut Jawa dengan 62 orang di dalamnya.

Perangkat tersebut diharapkan dapat membantu penyelidik menentukan mengapa pesawat Boeing 737-500 mendarat di lautan dalam hujan deras tak lama setelah lepas landas dari Jakarta pada Sabtu.

Stasiun televisi menayangkan penyelam menaiki perahu karet dengan wadah putih besar berisi alat itu, menuju pelabuhan Jakarta.

Panglima TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjiganto mengatakan “kotak hitam” pesawat lainnya, perekam suara kokpit, kemungkinan akan segera ditemukan karena mercusuar itu memancar di area yang sama.

Panglima Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono mengatakan alat peledak itu terkubur di lumpur dasar laut di bawah berton-ton benda tajam di reruntuhan. Pada Selasa, katanya, sedikitnya 160 penyelam dikerahkan dalam operasi pencarian tersebut.

Lebih dari 3.600 personel penyelamat, 13 helikopter, 54 kapal besar dan 20 perahu kecil sedang mencari di wilayah utara Jakarta di mana Penerbangan 182 jatuh dan menemukan bagian-bagian pesawat dan sisa-sisa manusia di dalam air pada kedalaman 23 meter (75 kaki).

Sejauh ini, para peneliti telah mengirimkan 74 kantong jenazah yang berisi jasad manusia kepada para ahli identifikasi polisi yang mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah mengidentifikasi korban pertama mereka, pramugari berusia 29 tahun Aoki Bisma.

Istrinya, Aldha Refa, yang juga seorang pramugari Sriwijaya Air, membagikan kesedihannya melalui serangkaian postingan di media sosial.

“Suamiku adalah pria yang penyayang, setia, dan baik hati,” tulisnya di Instagram. “Surga adalah tempatmu, sayang … damai di sana.”

READ  Warren Hugh, Bera, Young Raja, dan Saya Ditampilkan dalam Daftar U-30 Forbes Asia

Anggota keluarga yang tertekan menyerahkan sampel untuk tes DNA, dan Unit Identifikasi Bencana Kepolisian Nasional mengatakan telah mengidentifikasi tiga korban lainnya, termasuk co-pilot.

Komisi Keselamatan Transportasi Nasional Indonesia mengatakan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS akan terlibat dalam penyelidikan kecelakaan itu.

Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengesampingkan kemungkinan disintegrasi atmosfer setelah melihat keadaan puing-puing yang ditemukan para peneliti. Dia mengatakan pesawat itu utuh sampai menabrak air, memusatkan bidang puing-puing, daripada menyebarkannya ke area yang luas seperti yang terlihat di udara.

Tijono mengatakan pesawat terus mengirimkan data ketinggian hingga turun ke 250 kaki (75 meter) di atas permukaan air.

Bencana tersebut telah menghidupkan kembali kekhawatiran akan keselamatan di industri penerbangan Indonesia, yang tumbuh pesat setelah ekonomi terbuka menyusul jatuhnya diktator Suharto pada akhir 1990-an. Amerika Serikat melarang maskapai penerbangan Indonesia beroperasi di negara itu pada 2007, dan menaikkannya pada 2016, dengan alasan peningkatan kepatuhan terhadap standar penerbangan internasional. Uni Eropa mencabut larangan serupa pada 2018.

Tahun lalu, penerbangan Indonesia sangat terpengaruh oleh pandemi virus Corona, yang menyebabkan pembatasan perjalanan dan penurunan permintaan di kalangan pelancong.

Sriwijaya Air telah mengalami insiden keamanan kecil di masa lalu, meskipun seorang petani tewas pada tahun 2008 ketika sebuah pesawat membelok dari landasan pacu saat mendarat karena masalah hidrolik.

Pada 2018, Lion Air Boeing 737 MAX 8 jatuh, menewaskan 189 orang. Sistem kendali penerbangan otomatis berperan dalam kecelakaan ini, tetapi pesawat Sriwijaya Air tidak memiliki sistem ini di dalam pesawat.

(Hak Cipta (c) 2020, Associated Press. Semua hak dilindungi undang-undang. Materi ini tidak boleh dipublikasikan, disiarkan, ditulis ulang, atau didistribusikan ulang.)