memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Pengusaha turis di Bali dengan sabar menunggu kembalinya pengunjung asing

© Disediakan oleh Xinhua

Mulai Kamis, penerbangan dari 19 negara, termasuk China, Korea Selatan, Prancis, Selandia Baru, dan Uni Emirat Arab, diizinkan terbang ke Bali, yang terkenal dengan sawah berundak zamrud, kuil Hindu, dan pantai pasir putihnya.

oleh Dames Alexander Sinaga

JAKARTA, 17 Oktober (Xinhua) Pengusaha pariwisata Bali Ketut Ardana bersemangat untuk membuka kembali pariwisata di pulau Bali di Indonesia, yang telah ditutup khusus untuk wisatawan internasional selama lebih dari satu setengah tahun karena epidemi COVID-19.

Mulai Kamis, penerbangan dari 19 negara, termasuk China, Korea Selatan, Prancis, Selandia Baru, dan Uni Emirat Arab, diizinkan terbang ke Bali, yang terkenal dengan sawah berundak zamrud, kuil Hindu, dan pantai pasir putihnya.

Indonesia telah membuka kembali pariwisata di “Pulau Dewata” karena 99 persen penduduk Bali telah menerima vaksin COVID-19 dosis pertama dan lebih dari 80 persen telah divaksinasi lengkap.

Negara kepulauan Asia Tenggara itu telah melonggarkan pembatasan empat tingkat COVID-19 pada kegiatan publik, yang dikenal secara lokal sebagai PPKM, setelah penurunan jumlah kasus baru, kematian, dan rawat inap.

“Kami senang dan senang untuk membuka kembali Bali,” kata Ardana kepada Xinhua, Jumat.

“Tapi kami sadar begitu dibuka kembali, wisatawan tidak akan langsung datang,” tambahnya.

© Disediakan oleh Xinhua

Hingga hari kedua pembukaan kembali, belum ada penerbangan internasional dari negara-negara tersebut yang tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, menurut Pemerintah Provinsi Bali.

Dalam wawancara dengan Xinhua pada hari Jumat, Kepala Dinas Pariwisata Bali, Bhutto Astawa, menjelaskan bahwa persyaratan bagi pengunjung internasional yang diizinkan untuk mengunjungi Bali, seperti visa, baru-baru ini telah diatur.

“Itulah sebabnya sejauh ini tidak ada penerbangan internasional yang mendarat di Ngurah Rai,” kata Astawa, mengharapkan wisatawan internasional mulai mengunjungi pulau resor pada November.

READ  Elon Musk is the richest person in the world

Kesabaran itu pahit, tetapi buahnya cenderung lebih manis.

“Sepertinya masih harus menunggu,” kata Ardana seraya menambahkan masih belum jelas maskapai mana yang akan menerbangkan turis dari negara-negara yang diizinkan ke Bali.

Pemerintah Indonesia telah meminta pengunjung internasional yang ingin mengunjungi Bali untuk divaksinasi lengkap, dikarantina di hotel selama lima hari dengan biaya sendiri dan mengikuti persyaratan visa yang ketat di bawah aturan masuk yang baru.

Menurut Ardana, wisatawan dari negara-negara Eropa tidak menganggap persyaratan karantina wajib menjadi masalah karena durasi tinggal mereka di Bali biasanya hingga tiga minggu.

Atau, persyaratan ini dapat menimbulkan masalah bagi wisatawan dari negara-negara Asia, seperti Cina, Korea Selatan dan Jepang. “Rata-rata lama tinggal mereka adalah lima hari,” jelasnya.

© Disediakan oleh Xinhua

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjitan mengatakan pembukaan kembali pariwisata di Provinsi Bali dan Kepulauan Riau akan dievaluasi secara berkala.

Semua mata akan tertuju pada Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, di mana Bali akan menjadi tuan rumah KTT G20 pada 2022. Pekan lalu, Presiden Joko Widodo mengunjungi lokasi KTT akan diadakan.

Indonesia, rumah bagi sekitar 270 juta orang, berlomba untuk memvaksinasi 208,26 juta orang terhadap COVID-19.

Sejauh ini, setidaknya 105,46 juta orang di negara ini telah mengambil dosis pertama vaksin COVID-19, 61,39 juta telah divaksinasi lengkap, dan sekitar 1,05 juta orang Indonesia telah menerima dosis ketiga, menurut angka dari kementerian kesehatan negara itu.

Panjitan berharap dibukanya kembali pariwisata akan mendongkrak perekonomian Bali yang sebagian besar bergantung pada industri pariwisata.

Ardana juga berharap pemerintah terus membahas pembukaan kembali pariwisata dengan pemangku kepentingan lainnya. “Pariwisata tidak bisa dilakukan oleh satu orang atau satu pihak saja,” katanya.

READ  Ekosistem Logistik Batam di Indonesia menawarkan layanan dan perizinan yang efisien

“Harus ada kontak sehingga kita bisa menentukan cara terbaik bagi industri pariwisata untuk pulih seperti semula,” tambah Ardana.

© Disediakan oleh Xinhua