memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Pemimpin Muslim Indonesia Gelar Konferensi Lingkungan – Masyarakat

Dio Suhenda (Jakarta Post)

Jakarta ●
Kamis, 28 Juli 2022

2022-07-28
19:46

b2587592dd54281f57bdb7dba902bb1f
1
Masyarakat
Masyarakat, Islam, Tokoh Agama, Keberlanjutan, Politik, Nilai Lingkungan, MUI, NU, Muhammadiyah
Gratis

Para pemimpin Muslim terkemuka negara itu telah berkumpul untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak krisis iklim dan menggalang dukungan dari jutaan Muslim di negara itu.

Forum, yang disebut Kongres Muslim untuk Indonesia Berkelanjutan, dimulai pada hari Kamis di Masjid Agung Istiklal di Jakarta Pusat, terbesar di negara itu, dan sebuah makalah tentang rekomendasi para pemimpin akan diterbitkan pada hari Jumat.

Para peserta termasuk perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), badan ulama terkemuka negara itu, serta dua organisasi Muslim terbesar di negara itu, Nadlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Para ulama dari Departemen Politik dan Administrasi di Universitas Katja Mada dan Istiklal Global Fund (IGF) yang dikelola masjid termasuk di antara mereka yang hadir.

“Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk menyatukan umat Islam dalam forum bersama untuk mencari dan mempromosikan solusi krisis iklim, baik dari segi mitigasi maupun adaptasi,” kata Presiden Kongres Muhammad Ali Yusuf dalam siaran pers, Kamis.

Ali mengatakan bahwa sementara banyak kelompok Muslim telah membentuk inisiatif lingkungan, banyak yang gagal menjangkau masyarakat luas.

Naskah Kongres dijadwalkan akan dibacakan pada Jumat sebelum diserahkan secara resmi kepada mantan Ketua MUI Wakil Presiden Maruf Amin.

Baca Juga: Indonesia Ajak Ulama Muslim Promosikan Energi Bersih

Selain Maroof, Menteri Agama Yakut Solil Kumas, Presiden NU Yahya Solil Staguf, Pemimpin Muhammadiyah Heather Nashir dan Sekretaris Jenderal MUI Amirsya Tambunan akan hadir pada upacara artikel hari Jumat.

READ  Perpecahan di NU dan PKB memperumit jalan 2024

Hingga akhir 2021, asosiasi yang bertanggung jawab atas Kongres telah melakukan beberapa studi dan jajak pendapat publik tentang perubahan iklim. Kelompok ini mengadakan tiga diskusi kelompok fokus awal tahun ini yang berfokus pada peran pemuda dalam memerangi perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan di samping topik lainnya.

Organisasi dan tokoh agama terus menjadi pusat perlindungan lingkungan dan upaya keberlanjutan negara. Tahun 2020 Sensus Misalnya, menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika, warga Indonesia lebih percaya pada informasi yang diterima dari tokoh agama.

Tahun lalu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menandatangani Kesepakatan bersama Memfasilitasi kerjasama inisiatif lingkungan dengan NU.

Dalam forum yang diadakan oleh pengurus pusat NU pada tahun 2019, para pemimpin organisasi memberikan perhatian khusus pada masalah kantong plastik sekali pakai di negara ini. Organisasi tersebut sampai pada kesimpulan bahwa membuang sampah sembarangan dengan kantong plastik sekali pakai adalah haram karena membahayakan lingkungan dalam jangka pendek dan jangka panjang.