memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Pasukan Indonesia membunuh komandan pemberontak Kepausan

Jayapura, Indonesia (AFP) – Dua pejuang kemerdekaan di Papua, termasuk komandan pemberontak, telah tewas dalam bentrokan yang sedang berlangsung antara pasukan keamanan Indonesia dan kelompok pemberontak di wilayah timur negara yang bergolak, kata pihak berwenang Kamis.

Bentrokan dimulai bulan lalu di provinsi bergolak Papua setelah gerilyawan membakar beberapa sekolah dan menewaskan dua guru di desa Bioga di kabupaten Puncak.

Polisi dan pasukan militer melancarkan operasi gabungan untuk menemukan para penyerang yang diyakini pihak berwenang adalah anggota Tentara Pembebasan Papua Barat, sayap militer Organisasi Papua Merdeka.

Pasukan gabungan tentara dan polisi membunuh dua pejuang Papua dalam pertempuran pada hari Rabu dengan puluhan pemberontak yang dipersenjatai dengan senjata tingkat militer serta kapak dan panah di desa Wolony di wilayah pegunungan Puncak, menurut Iqbal al-Quddusi, seorang juru bicara kelompok gabungan. Proses.

Dia mengatakan bahwa pemberontak melarikan diri ke hutan dan tentara menemukan dua orang tewas saat mereka menyisir daerah tersebut. Ia mengindikasikan, aparat keamanan telah menyita helm militer, bendera separatis, dokumen, serta puluhan kapak, parang, dan panah dari medan pertempuran.

Al-Qadusi mengatakan bahwa salah satu korban tewas, Yasmin Walker, adalah komandan pemberontak yang membunuh seorang anggota Pasukan Keamanan Gabungan dalam baku tembak dua pekan lalu.

Juru bicara pemberontak tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Bentrokan itu terjadi Rabu setelah berminggu-minggu Kepala Badan Intelijen Papua Brigjen. Jenderal Justi Bhutto Danny Nugraha tewas dalam penyergapan pemberontak saat berpatroli setelah gerilyawan membakar sekolah dasar dan rumah-rumah di sebuah desa.

Gerakan kemerdekaan dan pemberontakan tingkat rendah telah berkecamuk di wilayah Papua sejak awal 1960-an, ketika Indonesia menguasai bekas wilayah Belanda. Papua secara resmi dimasukkan ke Indonesia pada tahun 1969 setelah jajak pendapat yang disponsori oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dianggap banyak orang sebagai tipuan.

READ  Panduan Modal Ventura 2021 - Indonesia | Grup Hukum Universal

Saat ini, penduduk asli Papua, yang sebagian besar tersisihkan dari perekonomian daerahnya, lebih miskin, lebih sakit, dan lebih mungkin meninggal di usia muda dibandingkan orang-orang di mana pun di Indonesia.