memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Narapidana Hendra Subrata dipulangkan dari Singapura setelah 10 tahun

Jakarta. Buronan Hendra Subrata diterbangkan ke Jakarta pada hari Sabtu untuk menjalani hukumannya di penjara setelah menghindari keadilan selama hampir 10 tahun, selama itu dia tinggal di Singapura.

Menurut KBRI Singapura, pria 81 tahun itu meninggalkan Singapura pada pukul 06.45 waktu setempat dengan menggunakan pesawat Garuda.

Mahkamah Agung Indonesia menguatkan hukumannya dan menjatuhkan hukuman empat tahun penjara.

Tidak ada pengaturan keamanan khusus untuk Hendra, yang naik kursi roda di pesawat, kata kedutaan, seraya menambahkan bahwa terpidana itu “kooperatif”.

Pengadilan Negeri Jakarta Barat memvonis Hendra atas pembunuhan rekan bisnisnya Hermanto Wibowo pada 2010, dan setahun kemudian Mahkamah Agung menguatkan putusan tersebut, namun ia melarikan diri dari pengadilan sebelum hukuman dapat dilaksanakan.

Menurut dokumen pengadilan, korban dipukul dengan dumbel beberapa kali.

Jaksa Indonesia telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk buronan sejak September 2011, tetapi keberadaannya tetap tidak diketahui sampai dia muncul di kedutaan pada bulan Februari untuk memperbarui paspornya.

Dia menggunakan alias Endang Rifai di paspornya, dan pejabat kedutaan menjadi curiga setelah dia kehilangan kesabaran dan mengeluh tentang wawancara yang memakan waktu.

“Dia ingin operasi selesai lebih cepat, dengan alasan seorang istri yang sakit menunggu di rumah,” kata kedutaan dalam sebuah pernyataan.

Dia juga mengatakan bahwa ketika istrinya memperbarui paspor, wawancaranya jauh lebih cepat.

Argumen tersebut mengarah pada penyelidikan lebih lanjut dan pejabat kedutaan mengetahui bahwa wanita yang dimaksud, Linawati Wijaga, adalah istri Hendra Subrata, bukan Endang.

Hendra diperbolehkan pulang untuk mengurus istrinya karena pihak kedutaan juga membutuhkan waktu tambahan untuk mengusut kasus tersebut dengan aparat penegak hukum dan pihak imigrasi.

Segera dikonfirmasi bahwa Hendra menggunakan nama samaran untuk menyembunyikan identitasnya, mendorong kedutaan untuk membatalkan paspornya dan memperingatkan Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan Singapura tentang penipuan paspor.

READ  Laporan Keuangan Pertambangan Indonesia 2021: Badan Pengatur Pertambangan, Pajak, Hukum, Hak dan Kewajiban - ResearchAndMarkets.com

Kementerian Luar Negeri Singapura memberi tahu kedutaan pekan lalu bahwa Hendra, panggilan akrab Endang Rifai, akan dipulangkan ke Indonesia.

Kedua tetangga tidak memiliki perjanjian ekstradisi.