Minta Mahar Rp 150 Juta, Lulus Tanpa Ikut Tes

Istri DPR Diduga Jadi Makelar Penipuan CPNS

Sumenep, Memo X
Sungguh memalukan, istri anggota DPRD Sumenep diduga jadi dalang kasus penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Istri politisi berinisial RM itu diduga malah jadi makelar CPNS dengan modus bisa meloloskan CPNS jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Hal itu terungkap saat Rini Ramla Yanti, Warga Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep terbuai rayuan istri anggota DPRD Sumenep yang sanggup meloloskan sebagai PNS. Itu dilakukan oleh RM kepada korban (Rini, red) saat datang ke rumah Rini sambil menawarkan jasa bisa jadi PNS. Karena pada akhir 2014 silam, ada pengambilan CPNS dengan cara ikut tes. Tapi dia menjamin lulus tanpa ikut tes dan langsung dapat SK.
“Bisa lulus jadi PNS tanpa ikut tes CPNS dan dapat SK PNS. Asal, korban menyerahkan uang tebusan atau mahar Rp 150 Juta kepada RM. Lantaran tawarannya cukup menggiurkan, saya pun tergoda dan setuju untuk membayarkan uang muka (DP) sebesar 60 Juta untuk Kategori Dua (K2) dari total Rp 150 Juta,” terang Rini kepada Memo X melalui salah seorang pengaca muda yang lagi naik daun Ach Supyadi.
Dia menambahkan kejadian itu sudah lama, yakni sekitar 19 Agustus 2014 silam. Lantaran lulus tanpa ikut tes dan bisa langsung dapat SK PNS, lantas 4 anggota keluarganya diikutkan. Awalnya memang bayar Rp 60 Juta, lalu bayar lagi Rp 20 Juta, setelah itu diminta uang lagi dengan membayar Rp 30 Juta. Total uang yang masuk ke RM sebesar Rp 110 Juta.
Korban mau bayar mahar atau uang tebusan itu karena semua pembayaran tersebut ada bukti kwitansinya yang ditandatangani oleh RM. Modus penipuan berkedok bisa meloloskan tes PNS terungkap setelah 4 orang anggota keluarganya itu tidak lolos tes di Sumenep CPNS pada rekrutmen CPNS 2015 silam. “Kaget tidak lolos, Rini lantas menagih janji kepada RM. Namun RM berkelit jika masih ada ada tes susulan lagi, ujar Supyadi selaku kuasa hukum Rini kepada Memo X.
Beberapa bulan kemudian, RM memberikan foto copy penetapan NIP CPNS pusat kepada pelapor. Istri anggota dewan itu bilang bahwa 4 orang keluarganya Rini sudah lulus. Kemudian RM meminta kepada Rini agar melunasi sisa kekuarangannya sebesar Rp 310 Juta. Tapi Rini bilang akan bayar kalau SK-nya yang asli sudah keluar.
Sampai sekarang SK yang asli tidak ada. Keluarga Rini hanya dijanjikan saja. Sampai sekarang 4 orang keluarga Rini tidak diangkat menjadi CPNS. Kemudian pada hari Selasa, (8/1/2019), sekitar pukul 15.00, Rini menagih uangnya kepada RM agar dikembalikan. Namun RM hanya berjanji-janji dan berbelit-belit sampai sekarang.
Sayangnya, terang dia, sampai detik ini tidak ada kepastian terkait pengakatan ke empat orang ini sebagai CPNS. Bahkan, saat ditanyakan selalu mengelak. “Akhirnya karena sudah tidak kepastikan, maka korban melapor ke Polres Sumenep atas dugaan penipuan oleh RM, ” tukasnya.
Kasubag Humas Polres Sumenep AKP M. Heri menjelaskan, laporan yang masuk ke polisi maka dipastikan akan ditindaklanjuti. Salah satunya, pihaknya akan melakukan pemanggilan saksi-saksi terkait masalah ini. “Pasti ditindaklanjuti. Tidak hanya saksi, kami akan melakukan gelar perkara nantinya, ” janji mantan Kapolsek Kota ini. (edo/jun)

%d blogger menyukai ini: