memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Menteri Pendidikan Indonesia Tolak Usulan Malaysia Jadikan Bahasa Melayu Bahasa Kedua ASEAN

Jakarta: Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menolak usulan Malaysia untuk menerjemahkan bahasa Melayu ke bahasa kedua oleh Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan pada Senin (4 April) malam, Makrim mengatakan, sangat mungkin untuk mempertimbangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa ASEAN, dengan mempertimbangkan manfaat sejarah, hukum, dan kebahasaannya.

“Sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, saya tegas menolak rencana ini.

“Namun, karena keinginan tetangga kami untuk mengusulkan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi ASEAN, opsi ini harus dieksplorasi dan didiskusikan lebih lanjut di tingkat regional.”

Ia menambahkan: “Saya menghimbau seluruh masyarakat untuk bahu membahu dengan pemerintah untuk terus memajukan dan melindungi bahasa Indonesia.”

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yacoub Apr. Pernyataan menteri itu muncul setelah Presiden Joko Widodo menyetujui usulan Putrajaya agar bahasa Melayu diusulkan sebagai bahasa ASEAN pada 1 Januari.

Berbicara kepada Jokowi pada konferensi pers bersama saat bekerja di Jakarta, pemimpin Malaysia itu mengatakan: “Kami mengusulkan untuk memperkuat bahasa Melayu sehingga suatu hari nanti akan menjadi bahasa ASEAN.” Pak Widodo terlihat mengangguk.

“Saya berharap apa yang kita lakukan hari ini dapat bermanfaat bagi masyarakat kedua negara dan mempererat hubungan persaudaraan yang erat antara Malaysia dan Indonesia,” kata Ismail Sabri di Istana Merdeka.

READ  Pengurangan Risiko Bencana di Indonesia: Status Report 2020 - Indonesia