memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Menteri: Pendalaman sektor keuangan menciptakan ekonomi yang berkelanjutan

Jakarta (Antara) –
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan akan mendorong pendalaman dan stabilisasi sektor keuangan guna menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

“Jika suatu negara memiliki sektor keuangan dan pasar keuangan yang dalam dan stabil, maka akan lebih mampu menerapkan pembangunan berkelanjutan,” katanya dalam diskusi online tentang pendidikan keuangan terkemuka Indonesia di Jakarta, Selasa.

Indrawati mengatakan, sektor keuangan harus diperdalam agar ketahanan negara tidak mudah terpengaruh goncangan global dan regional. Oleh karena itu, pembangunan dan perekonomian negara akan tetap lebih stabil.

Dia mencatat bahwa terkadang perkembangan ekonomi domestik suatu negara akan terpengaruh ketika ada perubahan kebijakan atau gejolak di negara lain.

Berita terkait: Sektor jasa keuangan menjaga stabilitas di paruh pertama tahun 2021

Sementara itu, dia mengatakan pendalaman lebih lanjut perlu dilakukan, mengingat 70 persen sektor keuangan dikuasai oleh sektor perbankan, yang selama krisis pandemi COVID-19 menunjukkan ketahanan yang sangat buruk.

Di tengah pandemi COVID-19, banyak sektor perbankan yang mencatatkan pertumbuhan kredit negatif, karena belum mampu menyalurkan kredit. Situasi ini tentu membuat pemulihan ekonomi semakin sulit.

Menkeu menyatakan, pendalaman sektor keuangan dapat dilakukan melalui perluasan investor, terutama di tingkat ritel, mengingat jumlah investor baru di dalam negeri masih relatif sedikit.

Ia mencontohkan, pengenalan instrumen Surat Utang Negara (SUN) ritel ke dalam Retail Savings Bond (SBR) Seri SBR010, yang hanya memiliki 9.068 investor baru.

“Dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja Indonesia atau Indonesia, jumlah ini masih sedikit,” ujarnya.

Berita terkait: Vaksinasi pekerja keuangan untuk meningkatkan kepercayaan industri

Oleh karena itu, perluasan jumlah investor baru hanya dapat dicapai jika pemerintah secara gencar mengedukasi masyarakat, untuk meningkatkan literasi dan integrasi ke dalam sektor keuangan.

READ  Barrow Gold Corp. Mengangkat Direktur Baru Colin James Davies menjadi Direksi, Memperluas Tim Teknis dan Indonesia

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2019, menemukan Indeks Literasi Keuangan sebesar 38,03% dan Indeks Inklusi Keuangan sebesar 76,19%.

Sementara itu, pemerintah menargetkan inklusi keuangan mencapai 90 persen pada 2024, karena menteri keuangan mendorong peningkatan literasi. Kemudian, orang dapat memahami dan melindungi aset mereka.

“Kami masih berpeluang untuk terus mendorong edukasi keuangan dan pendalaman pasar dengan terus memperluas basis investor,” kata Menkeu.

Berita terkait: Sektor keuangan harus mengembalikan pekerjaan perantara: Menteri

Berita terkait: Waspadai Instrumen Suku Bunga Tinggi: OJK