memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Menteri Pariwisata Indonesia mengatakan bahwa persiapan bisa dimulai untuk “koridor perjalanan yang aman” antara Singapura, Batam dan Bintan.

Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Ono, Sabtu (20/3), mengatakan persiapan “koridor perjalanan aman” antara Singapura, Batam Nungsa, dan Bintan Lague bisa dimulai.

Dalam pertemuan dengan pejabat di Batam, Menkeu mengusulkan agar koridor perjalanan dimulai pada 21 April, khusus untuk Nongsa di Batam dan Lagwi di Bintan, yang sebelum pandemi COVID-19 menjadi destinasi yang sering dikunjungi warga Singapura.

Mr Ono mengatakan ada rute langsung yang menghubungkan Terminal Feri Singapura dengan Terminal Feri Nongsapura di Batam serta Terminal Feri Bandar Bintan Telani di Bintan.

“Saya sudah mencoba semua cara dan ini bisa segera kita persiapkan untuk membuka koridor perjalanan yang aman dengan Singapura,” kata Pak Ono.

Wisatawan asing yang ingin memasuki kedua wilayah tersebut diharapkan mendapatkan hasil uji polymerase chain reaction (PCR) negatif dan harus meminum reagen uji nafas COVID-19, yang dikenal secara lokal sebagai GeNose, pada saat kedatangan.

“Juga akan ada aplikasi dimana kita tidak hanya bisa melacak pergerakan wisatawan, tapi juga melacak pergerakan mereka,” tambah Ono.

Baca: Tanpa turis dari Singapura, resor Bintan berinovasi untuk memenuhi kebutuhan di tengah COVID-19

Secara terpisah, pada hari Sabtu, Pak Ono melakukan observasi terhadap vaksinasi pekerja wisata di Batam.

Ia berharap dengan memvaksinasi pekerja dan warga Nongsa, Batam, dan Lagoi, Bintan, “koridor perjalanan aman” bisa diterapkan.

“Hari ini di Batam ada 1.500 pekerja pariwisata yang sudah divaksinasi di Batam dan lebih dari 2.000 orang di Bintan. Targetnya 30.000 orang yang harus divaksinasi sebelum April agar perjalanan amannya aman.

“Ayo kita sebarkan kabar baik ke Singapura dan Malaysia, agar mereka rencanakan liburan ke Batam dan Bintan,” kata Menkeu.

READ  Pemulihan ekonomi global tidak merata

Kantor Berita Siprus meminta komentar dari Kementerian Luar Negeri Singapura.

Tandai ini: Liputan komprehensif kami tentang wabah dan perkembangan Coronavirus

Unduh Aplikasi kami Atau berlangganan saluran Telegram kami untuk pembaruan terkini tentang wabah Coronavirus: https://cna.asia/telegram