memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Mendesak sektor asuransi untuk mempertahankan diri

Industri asuransi Indonesia akan terus stagnan, jika masih memiliki daya tawar yang rendah ketika berhadapan dengan entitas keuangan lain, terutama bank dan lembaga keuangan, menurut Bapak Rimawan Pradepteo, komisaris independen perusahaan asuransi milik negara Jasa Raharja.

“Gambaran sekarang adalah asuransi saat ini menempati level terbawah dalam rantai makanan,” kata Rimawan yang juga Ketua Jurusan Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadja Mada itu, dalam diskusi daring yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI).

Dia mengatakan lembaga keuangan lain, seperti bank, mengalihkan risiko ke sektor asuransi tetapi dengan syarat dan ketentuan yang terkadang tidak menguntungkan perusahaan asuransi. Juga, pengalihan risiko tidak setara, misalnya, ketika menetapkan kriteria untuk apa yang merupakan kredit macet dan menentukan klaim yang harus dibayar atas kredit itu, telah dilaporkan Bisnis Dikutip oleh Pak Rimawan.

Situasi ini diperparah oleh beberapa perusahaan asuransi yang lebih “taat” karena kinerja utama mereka masih terfokus pada pendapatan atau volume daripada kualitas bisnis. Hal ini juga berimbas pada semakin banyaknya individu yang melakukan kegiatan bisnis secara sembarangan, Pak Rimawan.

IFRS 17

Ia mengatakan posisi tawar perusahaan asuransi yang lemah dapat diperbaiki dengan penerapan PSAK 74, yang didasarkan pada Standar Akuntansi Keuangan Internasional (IFRS) 17.

Jadi harapannya dengan IFRS 17, asuransi tidak akan mengejar premi sendirian karena sebagian dari premi tidak akan diklasifikasikan sebagai pendapatan. Jadi fokusnya adalah pada penjaminan emisi.”

Penasihat Independen Sahat H Sitompul menggemakan pandangan Pak Rimawan. “Jelas bahwa perbankan dan asuransi saling membutuhkan,” katanya. Namun karena lemahnya posisi negosiasi perusahaan asuransi, beberapa dari mereka cenderung tunduk pada kehendak bank, dan menambahkan, “Seharusnya tidak seperti ini. Ini harus menjadi win-win solution.”

READ  Saham Dibuka Lebih Tinggi di Wall Street karena Big Tech Mendapatkan Kembali Kekuatannya - FOX23 News