memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Mantan Juara Olimpiade Rixi kembali ke PAM sebagai Wakil Direktur Pelatihan | Olahraga

Pelatih Inggris dan mantan pemain Indonesia Rexi Mainaki (tengah) berbicara dengan duet Inggris Anthony Clarke dan Robert Blair (kanan) pada pertandingan penyisihan ganda Piala Thomas di Jakarta, 9 Mei 2004. — Beawiharta BEA/CP pic via Reuters

KUALA LUMPUR, 25 OKTOBER – Persatuan Bulu Tangkis Malaysia (BAM) telah menunjuk mantan juara dunia dan peraih medali emas Olimpiade 1996 di Atlanta, Rexie Mainaki, sebagai wakil direktur pelatihannya.

BAM telah mengumumkan bahwa atlet Indonesia akan datang untuk layanan di Akademi Bulu Tangkis Malaysia (ABM) di Bukit Kiara pada 1 Desember dan akan bekerja sama dengan Direktur Pelatihan Wong Chung Han.

Spesialis ganda berusia 53 tahun ini ditugaskan untuk menambahkan masukan teknis ke area kinerja utama dan akan ditempatkan di departemen ganda, mengawasi dan memimpin kinerja ganda nasional.

Tan Sri Muhammad Noorza Zakaria, Presiden BAM, mengatakan penunjukan itu merupakan bagian integral untuk mengkonsolidasikan kemajuan yang telah dibuat asosiasi dalam beberapa tahun terakhir dalam mengejar kesuksesan tanpa henti.

“Rixie adalah pelatih yang baik dan berpengalaman dengan rekam jejak yang terbukti. Dia akan diberikan KPI (Indikator Kinerja Utama) khusus untuk segera merevitalisasi dan memotivasi divisi ganda muda.

“Saya menantikan kontribusi yang akan dia berikan untuk meningkatkan kinerja tim bersama Chung Han dan staf pelatih lainnya saat kami terus membangun masa depan yang lebih kuat untuk bulu tangkis Malaysia,” katanya dalam sebuah pernyataan hari ini.

Rixi yang menjadi pelatih kepala Persatuan Bulu Tangkis Thailand (BAT) sejak 2017, sebelumnya bekerja di BAM sebagai pelatih ganda putra.

Selama masa kejayaannya, Ricky dan Ricky Subaga memenangkan Kejuaraan Dunia 1995 dan gelar Olimpiade 1996, serta memenangkan tiga medali emas Piala Dunia dan empat gelar Piala Thomas berturut-turut antara tahun 1994 dan 2000. – Bernama