memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

LPEI terus dukung ekspor melalui UMKM melalui pelatihan

TEMPO.CODan JakartaLembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Eximbank Indonesia terus mendorong ekspor oleh usaha kecil, menengah dan mikro (UKM).Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) melalui Program Pelatihan Eksportir Baru (CPNE) di beberapa kota besar di tanah air.

“Program ini bertujuan untuk meningkatkan ekspor nasional, membantu pemulihan ekonomi nasional, dan meningkatkan kapasitas usaha kecil dan menengah (UKM) di daerah untuk melakukan kegiatan ekspor dan memasarkan produknya ke pasar global,” Direktur Eksekutif LPEI D. James Rompas dicatat dalam sebuah pernyataan di sini pada hari Sabtu.

Rompas mencatat, LPEI telah membantu membuka akses pasar melalui pasar dan pekan raya global, baik offline maupun online, serta melalui pengembangan masyarakat melalui program Desa Devisa.

Melalui kegiatan tersebut, LPEI telah memperkuat lebih dari 2.200 mitra UKM, termasuk 353 produk dari UKM yang telah berhasil dimuat ke pasar global dan menghasilkan 60 eksportir baru, serta pengembangan dua desa devisa.

Program CPNE kali ini diselenggarakan di Medan, Provinsi Sumatera Utara yang merupakan kota ketiga dalam rangkaian Program Jasa Bimbingan LPEI tahun 2021 yang sebelumnya diselenggarakan di Surakarta dan Bali.

Medan pada khususnya dan Sumatera Utara pada umumnya memiliki potensi UKM berorientasi ekspor terbesar di Pulau Sumatera.

Berdasarkan hasil kajian IEB Institute belum lama ini, Meydan mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,98% pada 2019, dengan ekspor senilai $20 miliar yang ditopang oleh komoditas unggulan, seperti sayuran, buah-buahan, kopi dan rempah-rempah, serta makanan dan minuman. .

Program CPNE merupakan program pelatihan dan pendampingan selama satu tahun yang ditawarkan oleh LPEI kepada pelaku UMKM yang telah menyepakati seleksi.

Modul pelatihan yang ditawarkan meliputi prosedur ekspor, pelaporan keuangan, legalitas dan sertifikasi ekspor, serta partisipasi dalam kegiatan pameran ekspor.

Pelatihan ini diikuti oleh 25 perusahaan kecil dan mikro di Sumut yang menjalankan usaha, antara lain rempah-rempah, produk kopi, produk kelapa dan turunannya, serta produk makanan dan minuman.

Seorang peserta CPNE, perwakilan UMKM di sektor perkebunan kopi Deli Serdang, Darwis Harahap, mengungkapkan optimisme produknya akan mampu menembus pasar global.

“Saya optimistis produk kopi di Sumut tidak hanya dikonsumsi di Indonesia atau di Medan saja, tetapi produk ini juga akan dijual ke luar negeri. Saya tahu ini bukan hal yang mudah, tapi saya yakin kita bisa melakukannya,” tegas Harhab. .

Di pihaknya, Wakil Gubernur Medan, Musa Rajakshah, memuji semua inisiatif untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Medan.

“Pelatihan CPNE sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di lapangan, sehingga mampu bersaing di pasar dunia. Mengingat kita sudah memiliki potensi sumber daya alam dan manusia, kita harus mendukung upaya positif ini karena hasilnya akan dirasakan oleh UKM itu sendiri dan masyarakat Medan.”

sedang membaca: Menkeu minta peran UMKM lebih besar dalam mendongkrak perekonomian Indonesia

dalam

READ  Gauff keluar dari Olimpiade. Gesek media sosial: Pembaruan virus