Limpasan Air Kembali Terjadi Saat Bromo Semburkan Abu Vulkanik

Probolinggo, Memo X
Selain semburan abu vulkanik dan asap pekat kecokelatan, ada pemandangan lain yang mengejutkan wisatawan di Gunung Bromo. Yakni hadirnya air tanah limpasan hujan di lautan pasir.


Air tanah limpasan hujan merupakan air hujan yang telah meresap ke dalam tanah dan keluar menjadi mata air. Air tersebut kini tengah mengalir di lautan pasir sekitar Gunung Bromo.


Bagi wisatawan, kehadiran aliran menyerupai sungai kecil itu menjadi daya tarik lain. Tentu saja selain Panorama Bromo yang makin cantik karena tengah rajin menyemburkan abu vulkanik dan asap kecokelatan.


Seperti yang diungkapkan wisatawan asal Surabaya, Yuli Ningsih. Ia mengaku terkejut dengan adanya limpasan air di Kaldera Gunung Bromo.


“Unik Mas. Gunungnya makin keren. Udah ngeluarin asap, ada arus aliran airnya juga. Keren kayak ada sungai di bawah gunung,” Kata Yuli kepada detikcom di Bromo, Senin (18/3/2019)


Berbeda dengan wisatawan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi menyebut limpasan air tersebut merupakan hal biasa. Menurutnya, limpasan air muncul seiring seringnya hujan mengguyur sisi sebelah tenggara Gunung Bromo. Meski bercampur pasir, airnya tidak berbahaya.


“Limpasan air dari guyuran hujan Mas, dan bukan lahar. Kalo bercampur pasir, memang alirannya kan melintasi padang pasir atau Kaldera Bromo,” kata Anggit.


Seperti pantauan detikcom di lokasi, limpasan air mengalir cukup deras setinggi mata kaki orang dewasa. Di mana membelah area lautan pasir atau kaldera Gunung Bromo.


Dari data PVMBG, kondisi Gunung Bromo saat ini yakni adanya aktivitas gempa tektonik 1 kali dengan amplitudo 32 milimeter selama 253 detik. Kemudian gempa tremor dengan amplitudo 0,5-19 milimeter dominan 3 milimeter. Terakhir gempa letusan terjadi 5 kali dengan amplitudo 29-30 milimeter selama 47-58 detik. (dtk/jun)

%d blogger menyukai ini: