memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Ketua Hyundai Motor membahas masa depan industri dengan presiden Indonesia

Presiden Indonesia Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Chairman Hyundai Motor Group Chung Eui-sun di dalam mobil selama kunjungannya ke Seoul pada 28 Juli.



Presiden Hyundai Motor Group Chung Eui-sun bertukar pandangan tentang industri masa depan, termasuk kota pintar yang berpusat pada manusia dan solusi mobilitas pintar masa depan, dalam pertemuan dengan Presiden Indonesia Joko Widodo pada 28 Juli.

“Hyundai Motor Group memiliki portofolio bisnis yang terdiversifikasi yang mencakup otomotif, konstruksi, logistik, robotika, mobilitas udara canggih (AAM) dan bisnis hijau,” kata Chung, yang ditemui Presiden Indonesia berkunjung di Lotte Hotel. “Kami berharap dapat memperluas kerja sama kami dengan Indonesia dari bisnis hijau ke sektor maju di masa depan.”

Hyundai Motor menjual 454 kendaraan listrik (EV) di Indonesia pada semester pertama tahun ini, menyumbang 92 persen dari pasar kendaraan listrik Indonesia. IONIQ 5 menduduki puncak peringkat penjualan EV dengan 395 unit, dan jumlah sebenarnya dari kontrak pembelian IONIQ 5 melebihi 2.000 unit.

Pemerintah Indonesia berencana mengganti lebih dari 10.000 kendaraan bermesin pembakaran dalam dengan kendaraan listrik setiap tahun dari tahun 2021 hingga 2030. Jadi totalnya 130.000 unit. Selain itu, pada tahun 2025, Indonesia berencana menaikkan proporsi penjualan mobil listrik murni dalam total penjualan mobil menjadi 20 persen, dan melarang penjualan mobil bermesin pembakaran dalam mulai tahun 2050. Kebijakan tersebut akan mendukung penjualan mobil listrik di negara Asia Tenggara tersebut. .

Presiden Widodo berharap Hyundai Motor Group dapat berperan besar dalam pertumbuhan industri mobilitas ramah lingkungan di Indonesia. Ia berharap agar Hyundai Motor Group dapat menjadi mitra yang memberikan solusi mobilitas bersih dalam proyek pemerintah Indonesia untuk membangun ibu kota administrasi baru.

READ  Orang Indonesia Membayar Harga untuk Krisis Minyak Goreng