memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Kesepakatan ekonomi internasional untuk membantu memperluas pasar ekspor bagi UMKM

TEMPO.CODan Jakarta – Anggota Komite VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Neve Zwerina optimistis berbagai pengesahan perjanjian ekonomi komprehensif dalam perdagangan internasional dapat memperluas pasar ekspor bagi usaha kecil, menengah, dan mikro dalam negeri (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).

“Semua Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif ini harus memberikan peluang yang signifikan bagi pengusaha nasional utama dan memungkinkan pelaku UMKM untuk memperluas pasar mereka di negara mitra,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Zwerina tidak mengharapkan pengesahan perjanjian perdagangan akan menimbulkan ketidakseimbangan sehingga neraca perdagangan nasional menjadi negatif.

Ia menambahkan, maka pemerintah harus mengeluarkan regulasi yang tegas untuk mencegah defisit perdagangan internasional.

Ia mengatakan ada tiga kesepakatan yang baru saja diratifikasi, yakni Regional Comprehensive Economic Partnership Agreement, ASEAN Services Trade Agreement, dan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement.

“Ketiga perjanjian internasional ini harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia. Pemerintah harus menjaga regulasi ini agar tidak berdampak negatif bagi para pelaku komersial, khususnya usaha kecil dan menengah,” ujarnya.

Anggota DPR itu berharap ratifikasi perjanjian tersebut mampu menurunkan rasio Gini Indonesia yang relatif tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2021, tingkat ketimpangan belanja Indonesia yang diukur dengan rasio Gini adalah 0,384.

Sementara itu, Wakil Presiden Maarouf Amin sebelumnya mengatakan UMKM di sektor industri halal harus mendapat dukungan kuat untuk mendorong pasar ekspor mereka.

“UMKM di industri halal membutuhkan dukungan kuat untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan ekspor. Kebutuhan itu harus diukur berdasarkan kuantitas dan kualitas produk,” kata Wapres.

Dukungan dapat diberikan kepada UMKM di sektor industri halal dengan mengedepankan sinergi dan kerjasama untuk mempercepat pengembangan UMKM. Selain itu, berbagai pihak juga harus memberikan perhatian yang besar untuk meningkatkan kinerja UMKM di industri halal.

READ  Earth Energy EV dimulai dengan reservasi untuk tiga model, Auto News dan ET Auto

Wakil Presiden Kamar Dagang dan Industri (Kaden) Indonesia Shinta Kamdani menambahkan, pemberian subsidi kepada pelaku usaha kecil dan menengah dapat mendorong ekspor produk yang pasarnya tidak terdampak pandemi COVID-19.

Kamdani menilai pemberian insentif tersebut dapat mendorong ekspor pelaku UMKM, menggantikan pasar domestik yang terdampak pandemi COVID-19.

“Kami telah meminta pemerintah untuk memberikan subsidi ekspor dan subsidi asuransi ekspor kepada usaha kecil dan menengah. Kedua permintaan ini ditujukan untuk mendorong ekspor dari usaha mikro, kecil dan menengah karena pasar ekspor saat ini tidak terpengaruh oleh epidemi. ,” kata Shinta.

Ditegaskannya, KADIN akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan mengusulkan kebijakan stimulus agar pelaku komersial di sektor kecil, menengah dan mikro dapat (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) dapat bertahan hidup di tengah epidemi.

sedang membaca: Survei Tempo PDAT: Tokopedia sebagai e-commerce pilihan UMKM Indonesia

diantara