memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Kementerian Perbarui Daftar Negara Perekrut Tenaga Kerja Indonesia

Dengan ini, perwakilan Indonesia di negara atau otoritas tujuan TKI dapat melayani segala urusan administrasi terkait perekrutan TKI

Jakarta (Antara) – Kementerian Tenaga Kerja Indonesia mengeluarkan peraturan baru terkait pekerja migran pada masa penyesuaian baru yang memungkinkan mereka berada di 65 negara setelah pembatasan diberlakukan akibat pandemi pada 2020.

Dalam keterangan yang dikeluarkan pada Selasa, Direktur Jenderal Rekrutmen Tenaga Kerja dan Perluasan Pekerjaan Suhartono menyatakan bahwa aturan yang relevan adalah Keputusan Umum Direktur Rekrutmen Tenaga Kerja dan Perluasan Nomor 3/111/PK.02.01/IV/2022.

Ia menjelaskan, keputusan ini diambil setelah kementerian mendapat masukan dari perwakilan Indonesia di negara-negara tenaga kerja dan beberapa pihak terkait, karena dapat menjamin keselamatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia.

Berita terkait: Indonesia berjanji untuk melindungi pekerja migran tanpa memandang statusnya

Dalam regulasi tersebut, ada 65 negara yang bisa dituju oleh tenaga kerja Indonesia melalui berbagai skema ketenagakerjaan.

Suhartono mendesak perwakilan di negara-negara tersebut untuk segera berkoordinasi dengan otoritas lokal untuk memastikan ketersediaan informasi pasar tenaga kerja.

“Dengan ini, perwakilan Indonesia di negara atau otoritas yang dituju oleh TKI dapat melayani segala urusan administrasi terkait perekrutan TKI,” ujarnya.

Kepmen tersebut juga menyebutkan bahwa penempatan dapat dilakukan melalui skema private-to-private (P to P) oleh Perusahaan Tenaga Kerja Indonesia (P3MI) atau melalui skema Pekerja Migran Indonesia Perorangan.

Selain itu, ada banyak penempatan negara bagian melalui skema Government to Government (G to G).

Berita terkait: Menkeu: Nota Kesepahaman dengan Malaysia untuk meningkatkan sistem ketenagakerjaan ekspatriat

Negara tempat TKI dapat bertempat tinggal selama masa penyesuaian kebiasaan baru adalah Albania, Afrika Selatan, Aljazair, Amerika Serikat, Azerbaijan, Belgia, Bosnia dan Herzegovina, Brunei Darussalam, Bulgaria, Denmark, Djibouti, Ethiopia, Gabon, Ghana dan Guyana. . .

READ  Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan tren positif: Hartartu

Selain itu, Hongaria, Hong Kong, Inggris, Irak, Italia, Jepang, Jerman, Kaledonia Baru, Kanada, Kenya, Kepulauan Solomon, Arab Saudi, Korea Selatan, Kuwait, Lebanon, Liberia, Maladewa, Malaysia, Maroko, Mesir , Namibia, Nigeria, Norwegia, dan Panama adalah pilihan lain bagi para pekerja ini untuk tinggal.

Selanjutnya negara-negara yang terdiri dari Papua Nugini (PNG), Uni Emirat Arab, Polandia, Prancis, Qatar, Kongo, China, Malta, Rumania, Rusia, Rwanda, Serbia, Slovakia, Singapura, Somalia, Sri Lanka, Suriname, dan Taiwan. Tanzania, Thailand, Turki, Uganda, Uzbekistan, Yordania, Zambia dan Zimbabwe bisa menjadi lokasi di mana para pekerja tinggal selama masa adaptasi dengan kebiasaan baru tersebut.

Berita terkait: Dorongan global GPDRR untuk membangun ketahanan bencana: BNPB

Berita terkait: Kemenpar luncurkan side event pariwisata, ekonomi kreatif pada 2022 G20