memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Kemenperin apresiasi ekspor alat kesehatan ke Thailand dan Irlandia

Dilihat dari aspek investasi dan ketenagakerjaan, sektor industri ini memberikan multiplier effect yang luas bagi perekonomian nasional.

Jakarta (Antara) – Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada PT Taishan Alkes Indonesia yang telah mengekspor alat kesehatan ke Thailand dan Irlandia, dengan mengatakan hal ini menunjukkan daya saing industri medis Indonesia di pasar internasional.

“Industri alat kesehatan merupakan salah satu sektor prioritas pemerintah, terutama dalam pencegahan penularan COVID-19 dan peningkatan penggunaan produk alat kesehatan dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Mengingat produk perusahaan kompetitif dalam kualitas, biaya, dan pengiriman, kata dia, pihaknya menghentikan pengiriman ekspor produk Rapid Antigen Test Cassette COVID-19 dari PT Taishan Alkes Indonesia ke Thailand dan Irlandia di Jakarta, Selasa.

Harga produk PT Taishan sangat kompetitif untuk pasar domestik dibandingkan dengan produk impor. “Ini menciptakan nilai tambah tersendiri bagi konsumen,” tambahnya dalam keterangan tertulis.

Ia menegaskan, kementerian akan selalu mendukung upaya peningkatan daya saing industri dan memajukan industri lokal.

“Kami optimis sumber daya manusia kami akan berhasil mewujudkan upaya tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Menkeu mengatakan PT Taishan Alkes Indonesia telah berinvestasi di sektor alat kesehatan untuk memproduksi 1,2 juta lembar rapid antigen test strips per hari dan menampung tenaga kerja hingga seribu orang.

Berita terkait: Wake-up call Indonesia untuk meningkatkan kapasitas industri medis

“Melihat aspek investasi dan ketenagakerjaan, sektor industri ini memberikan multiplier effect yang luas bagi perekonomian nasional. Oleh karena itu, kami akan terus mendorong perusahaan ini untuk mengembangkan usahanya guna menggalakkan substitusi impor.”

Dia mencatat, PT Taishan Alkes Indonesia telah memperoleh izin edar alat kesehatan rumah tangga dari Kementerian Kesehatan terkait Rapid Antigen Test Smear.

READ  Bukalapak memilih Vesta untuk memastikan transaksi yang aman dan terjamin bagi konsumen di seluruh Indonesia

Apalagi produk tersebut telah tersertifikasi CE mark yang artinya produk tersebut telah memenuhi standar Eropa yang akan mendukung kegiatan ekspor ke pasar Eropa, ujarnya.

Selain itu, produk tersebut sudah memiliki Persyaratan Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 48,6 persen dan termasuk dalam kategori barang wajib yang digunakan untuk pembelian alat kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah.

“Dengan realisasi nilai TKDN tersebut, maka persediaan barang jadi yang diproduksi oleh PT Taishan Alkes Indonesia diharapkan dapat menyerap hingga lima juta keping, terutama dalam pengadaan pemerintah, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan penggunaan produk alat kesehatan dalam negeri dan mendukung pemerintah program untuk meningkatkan impor substitusi sebesar 35 persen pada tahun 2022.”

Berita terkait: Bahan Baku Impor Dominasi Produksi Alat Kesehatan: Kementerian

Ia menambahkan, kementerian bertekad untuk mencapai kemerdekaan Indonesia di bidang kesehatan, baik di bidang alat kesehatan maupun obat-obatan.

Dia menambahkan, pemerintah telah memberlakukan pembatasan kemunculan produk impor dalam e-katalog lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Negara (LKPP).

Dijelaskannya, sekitar 79 dari total 358 jenis alat kesehatan produksi dalam negeri mampu menggantikan produk impor dalam katalog elektronik LKPP.

Menperin mencatat, sebagian besar produk dalam negeri sudah memiliki nilai TKDN di atas 40 persen yang artinya harus dibeli, sedangkan produk impor dihilangkan dari penawaran e-catalog.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Taishan Alkes Indonesia, Eko Sihombing, mengatakan perusahaan bertekad menyediakan produk berkualitas tinggi dan berdaya saing, sesuai standar saat ini, untuk mendukung program pemerintah dalam memenuhi permintaan masyarakat di tengah pandemi sebagai upaya pencegahan dan penanganan. penularan COVID-19.

Berita terkait: Kemenperin mobilisasi suplai oksigen untuk pasien COVID-19

READ  Mitra JD.ID MoEngage untuk menyesuaikan konektivitas sebelum perluasan