memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Kecelakaan Air Indonesia Sriwijaya: perekam suara kokpit ditemukan | berita | DW

Kementerian Perhubungan RI mengatakan, Rabu, bahwa perekam suara kokpit (CVR) telah ditemukan dari pesawat penumpang Sriwijaya Air Indonesia yang jatuh.

Perekam dapat memberikan petunjuk tambahan penting untuk penyelidik mencari penyebab kecelakaan fatal.

Boeing 737-500 berusia 26 tahun itu jatuh di Laut Jawa pada 9 Januari, beberapa menit setelah lepas landas dari ibu kota Indonesia, Jakarta. Semua 62 awak dan penumpang tewas.

Mencari perekam suara?

Penyelam menemukan casing CVR dan mercusuar dalam beberapa hari setelah kecelakaan, tetapi butuh waktu hingga Selasa malam untuk dapat menemukan modul memori di bawah satu meter lumpur.

Penyelidik mungkin memerlukan waktu hingga satu minggu untuk membaca data pada perekam suara

“Kami menemukan CVR tadi malam. Perlu tiga hari hingga satu minggu untuk memecahkan kode datanya,” kata Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Sorjanto Tjahjono.

“Lalu kita akan menyalinnya dan mencocokkannya dengan Roosevelt [Flight Data Recorder]. Tanpa catatan darurat, akan sangat sulit dalam kasus Sriwijaya 182 untuk menentukan penyebabnya.”

Apa yang kita ketahui tentang kecelakaan itu?

Penyelam sedang mencari di Laut Jawa untuk perekam suara yang hilang – salah satu dari dua “kotak hitam” pesawat – yang merekam percakapan awak kabin.

Perekam data penerbangan sebelumnya diekstraksi dari dasar laut.

Sebuah laporan awal tentang kecelakaan pesawat bulan lalu mengatakan pilot Indonesia telah melaporkan beberapa masalah dengan sistem throttle lama pesawat sebelum kecelakaan fatal.

Namun penyelidik pada saat itu mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan penyebab pastinya.

kmm / rs (AFP, Reuters)

READ  Pornpawee mengincar semua kejayaan Inggris