memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Jelajahi perluasan jangkauan produk UKM Indonesia ke pasar Saudi

Nenek – Konferensi Hybrid Business Matching (HBM) yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah baru-baru ini memberikan kesempatan besar kepada para importir Saudi potensial untuk mengadakan pertemuan tatap muka dengan pemilik UKM dari Indonesia.

Kedua pihak saling bertukar informasi rinci tentang produk yang ditawarkan, dan pada saat yang sama mereka menjajaki perjanjian kerja sama komersial untuk memasarkan produk mereka ke Kerajaan Arab Saudi.

Para pemangku kepentingan Indonesia telah bergabung dengan hampir pembeli Saudi di HBM dalam upaya mereka untuk memperluas akses produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) ke pasar Saudi.

Pameran HBM digelar Kamis pekan lalu di Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (ITPC) yang baru saja pindah ke lantai 11 Zagzoog Business Tower, dari lokasi sebelumnya di kompleks Kamar Dagang di Jeddah.

Dalam kata sambutannya, Konsul Jenderal RI Eko Hartono mengatakan sidang tersebut merupakan tujuan antara untuk membuka lebih luasnya akses produk UKM Indonesia ke Arab Saudi.

“Pasar di Arab Saudi sangat besar, tetapi persaingan ketat dari banyak negara. Bahkan dari negara tetangga kita seperti Thailand dan Vietnam,” katanya, seraya mencatat bahwa di antara kebutuhan mendesak festival baru-baru ini adalah untuk memenuhi kebutuhan haji. dan Umrah.

Hartono mengatakan konsulat Indonesia tetap waspada untuk mengantisipasi keputusan apakah jemaah haji asing akan diizinkan atau tidak untuk menunaikan haji tahun ini.

Dia menambahkan: “Di tengah upaya untuk menahan penyebaran Covid-19, pemerintah Saudi belum mengeluarkan deklarasi apakah akan mengizinkan jemaah haji asing, dan jumlah jemaah yang akan diberikan ke Indonesia dan negara lain. ” .

Berbicara atas nama importir Saudi yang hadir dalam sesi tersebut, Abdul Qadir Bawazir dari Saeed Bawazir TRD Company. CORP (SBTC) mengatakan, pihaknya siap mendukung kerja sama perdagangan dengan Indonesia, khususnya dengan UKM yang menurutnya sangat jeli di bidang perdagangan.

READ  Nomura memotong perkiraan PDB 2021 India menjadi 11,5%; Melihat pembesaran yang lebih tinggi

“Kami siap memasarkan produk buatan saudara-saudara kami di Indonesia. Kami siap bekerjasama dengan sepenuh hati dan ikhlas karena kami melayani para tamu Tuhan,” kata Bawazir yang sudah lama mensuplai produk Indonesia di Arab Saudi. Arab.

Selain presentasi virtual tentang produk yang dipromosikan oleh UKM, ITPC juga memamerkan berbagai produk, antara lain makanan, minuman, aneka bumbu masak, kosmetik, produk kesehatan, pakaian, dan lainnya.

Sidang disampaikan secara jarak jauh oleh Ketua Panitia Tetap Kamar Dagang dan Industri Indonesia untuk Timur Tengah dan Organisasi Konferensi Islam, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional dan perwakilan importir.

HBM merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Agama, Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia, terkait peningkatan peran UKM dalam memenuhi kebutuhan jamaah haji dan umrah. – SG