memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Inkubator mode Indonesia yang sederhana melampaui bank untuk memasukkan modal ventura dan teknologi keuangan Gerbang Perdamaian

Jakarta – Grup perusahaan kedua yang berpartisipasi dalam inkubator dana pendiri mode sederhana di Indonesia akan memiliki akses ke lebih banyak investor di luar bank.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama lagi dengan pakar industri Franka Soeria untuk menetaskan dan memfasilitasi akses keuangan bagi perusahaan mode lokal yang sederhana.

“Inti dari program ini adalah nursery, dimana mereka akan menerima lebih dari 31 kursus tentang produksi, manajemen, kepemimpinan, promosi, pemasaran digital dan akuntansi keuangan dari para profesional selama lima hari lokakarya,” kata Franca, yang dikenal sering mengorganisir pekan mode sederhana di Jakarta, Dubai, dan Istanbul.

Program inkubasi hybrid online / offline dimulai dengan lokakarya kreatif selama lima hari, dilanjutkan dengan sesi dengan mentor lokal dan internasional yang akan memberikan saran dalam mempromosikan investor.

Grup tersebut kemudian akan menghadapi investor pada 5 Mei. Bank Syariah Indonesia telah berkomitmen untuk berpartisipasi.

Pada 2019, investasi dan pembiayaan untuk kelompok pertama berasal dari enam bank, termasuk Maybank (500 juta rupee ($ 35.500)), BRI Syariah (75 juta rupee), dan Bank Mandiri, menurut Franca.

Tahun ini, penyelenggara akan memberi para pendiri mode sederhana akses ke modal ventura dan perusahaan tekfin juga. Mereka tidak disebut perusahaan modal ventura dan teknologi keuangan.

Dana MFFFund pertama pada tahun 2019 bekerja dengan dua puluh merek termasuk Dresssofia, Hannie Hananto, Meeta Fauzan, Monika Jufry, Nonns, Swimsweets, WAD Studio dan WGB.

Franca mengatakan inkubator sedang mencari dua puluh lebih tempat mode sederhana untuk program lima bulan yang akan berakhir pada 9 Juli. Periode pendaftaran dibuka Selasa (23 Februari) dan berakhir pada 13 Maret.

Program serupa di sektor mode biasanya berfokus pada desain, tetapi MFFFund mengembangkan merek lokal sebagai pendorong komersial dan ekonomi, kata CEO #MarkaMarie, konsultan mode dan toko online.

READ  Fitur baru, tampilan baru: Bisakah augmented reality meningkatkan penjualan produk kecantikan?

“Melalui kegiatan ini diharapkan perancang busana sederhana mendapatkan pengetahuan yang lebih baik dalam mengelola usaha kreatifnya. Kami ingin menciptakan merek fesyen yang lebih sederhana yang memiliki kekuatan komersial dan finansial,” kata Direktur Akses Pendanaan Kementerian, Hanifa Makarem.

Peragaan busana akan diadakan pada hari terakhir pada tanggal 5 Mei, diikuti dengan “pesta online” di seluruh pasar hingga 8 Mei. Pendiri akan terus memiliki akses ke mentor melalui grup WhatsApp hingga 9 Juli.

© SalaamGateway.com 2021 Semua Hak Dilindungi Undang-Undang