memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Indonesia targetkan produksi 600.000 mobil listrik

Jakarta. Pemerintah Indonesia sedang berusaha untuk menjadi pusat produksi kendaraan listrik di wilayah tersebut, dengan tujuan memproduksi 600.000 mobil listrik dan 2,5 juta sepeda motor listrik pada tahun 2030, kata seorang pejabat, Rabu.

Negara ini juga sedang mempersiapkan rencana ambisius untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasokan global untuk baterai lithium-ion sejalan dengan industri kendaraan listrik.

“Baterai adalah komponen paling berharga di dalam kendaraan listrik, menyumbang 35 persen dari biaya produksi,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Investor Daily Summit, sebuah forum investasi besar yang mempertemukan pejabat senior pemerintah dan pengusaha dari berbagai sektor.

“Keunggulan utama Indonesia dalam industri kendaraan listrik adalah baterai lithium-ion berbasis nikel karena kami memiliki cadangan nikel terbesar di dunia,” kata Agus dalam pertemuan virtual yang diselenggarakan oleh surat kabar bisnis terkemuka Investor Daily.

Pemerintah telah merilis apa yang disebut peta jalan EV yang merinci berbagai insentif untuk menarik lebih banyak investasi di industri kendaraan listrik yang tumbuh cepat. Menurut roadmap, penjualan kendaraan listrik dibebaskan dari pajak barang mewah dan bea masuk, sementara konsumen juga menikmati premi dengan bunga rendah.

Selain itu, pemilik kendaraan listrik berhak meningkatkan kapasitas listrik rumah tangganya dengan biaya yang lebih murah, menurut Agus.

Insentif tersebut mencakup bisnis antar instansi antara lain Bank Sentral, PLN, Kementerian Keuangan, Polri, dan Kementerian Perindustrian.

Agus mengklaim ada sembilan perusahaan di Indonesia yang bersedia mendukung industri baterai, mulai dari pemasok bahan baku hingga produsen produk jadi.

Produsen baterai di Industri Baterai Indonesia (IBI), bosnya mengatakan kepada webinar bahwa produksi massal akan dimulai pada 2025.

“Salah satu pabrik akan mulai beroperasi pada 2022 untuk memproduksi baterai 10 gigawatt-hour,” kata Toto Nugroho.

READ  Industri kelapa sawit menghadapi kehancuran

IBI merupakan konsorsium empat BUMN pertambangan dan energi, antara lain Pertamina, Antam, PLN dan Industri Pertambangan Indonesia.

Hyundai
Produsen mobil Korea Selatan Hyundai adalah yang pertama mengumumkan rencana untuk memproduksi mobil listrik di Indonesia, setelah mendirikan pabrik senilai $ 1,5 miliar di Jawa Barat, Cikarang.

Perusahaan bahkan mengatakan mobil listrik pertama buatan Indonesia akan diluncurkan paling cepat pada Maret tahun depan.

Pabrik saat ini sedang mengembangkan dua model mobil bensin konvensional, dengan mesin pembakaran internal (ICE).

“Untuk tahun depan, kami berencana meluncurkan dua model ICE dan satu model EV. Sekitar Maret 2022, kami akan meluncurkan kendaraan listrik yang sepenuhnya nonaktif di Indonesia,” kata Lee Kang-hyun, chief operating officer Hyundai Motor Asia Pasifik, selama webinarnya.

Pabrik Jawa Barat memiliki kapasitas 200.000 unit per tahun, menurut Hyundai.

Li mengatakan penjualan kendaraan listrik global akan meningkat secara dramatis dari 2 juta unit tahun lalu menjadi 30 juta pada dekade berikutnya.

Sementara raksasa otomotif Jepang tampaknya kurang antusias mengembangkan mobil listrik, mereka telah menjanjikan investasi baru dalam produksi mobil hibrida di Indonesia.

Toyota berjanji menambah investasi senilai Rp 28,3 triliun, Honda menjanjikan Rp 5,2 triliun, Suzuki menyepakati Rp 1,2 triliun, dan Mitsubishi menjanjikan Rp 11,2 triliun hingga 2024, kata Menteri Agus dalam pertemuan dengan produsen mobil Jepang pada Maret.