memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Indonesia: Pria Prancis yang melarikan diri dari kapal yang rusak akibat badai ditangkap di Indonesia

Manato, Indonesia: Seorang buronan Prancis yang dihukum karena pembunuhan ganda telah ditangkap 20 tahun setelah kapalnya rusak akibat badai di lepas pantai pulau Sulawesi, Indonesia.
Thierry Assion, 62, dan orang Prancis lainnya melakukan pendaratan darurat pada 3 Oktober di Kepulauan Talat antara Filipina dan Indonesia untuk mencari bantuan memperbaiki kapal.
Kepala polisi setempat Lendi Hudabarat mengatakan pihak berwenang telah menangkap mereka karena melanggar aturan imigrasi.
“Sistem navigasi (di kapal) rusak karena ombak yang kuat,” kata Hudabarat kepada AFP.
Azion bersembunyi di perahu ketika polisi menginterogasi dan menangkap rekan senegaranya, yang berkeliling pulau untuk membeli kartu SIM.
Polisi kemudian menggeledah perahu dan menemukan Azion, yang tidak memiliki paspor.
Keduanya diserahkan ke petugas imigrasi. Mereka saat ini berbasis di Manato, Sulawesi Utara.
Noveli DN Momongan, kepala kantor imigrasi setempat di Kepulauan Sangihe yang bertetangga, mengatakan kepada pejabat ASEAN bahwa paspor telah dicuri di Filipina.
Paris secara resmi menuntut Askion diekstradisi ke Jakarta, tetapi bukti yang kuat dalam kasus ini menunjukkan bahwa proses hukum bisa memakan waktu beberapa bulan karena kurangnya perjanjian ekstradisi antara kedua negara.
Aseon dinyatakan bersalah pada tahun 1991 karena membunuh dua warga negara Prancis yang memiliki sebuah restoran di Guatemala.
Dia ditangkap di Bandara Royce di Paris pada tahun 1995 dan tetap ditahan sampai tahun 2000. Dia melarikan diri enam bulan sebelum persidangan dimulai.
Pengadilan di Paris mengadilinya tanpa kehadirannya dan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup pada 2001.
Azion melarikan diri dari berbagai negara, termasuk Filipina, hingga penangkapannya di Indonesia.