memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Indonesia perkuat rumah sakit di tengah maraknya COVID-19 di beberapa daerah

Dengan bertambahnya kasus virus corona, otoritas Indonesia telah mengirim lebih banyak dokter dan perawat ke dua wilayah di pulau Jawa dan Mathura, menyusul rumah sakit yang mencapai kapasitas penuh, kata menteri kesehatan negara itu, Senin.

Karena banyak negara mayoritas Muslim terbesar di dunia kembali ke kampung halaman mereka untuk liburan setelah Ramadhan, para ahli dan pejabat kesehatan khawatir tentang peningkatan kasus virus dan perjalanan yang dipicu oleh variasi dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut laporan media, kapasitas rumah sakit telah mencapai setidaknya 90% di Kabupaten Kudas Jawa dan di Kabupaten Pangalan di pulau tetangga Mathura.

“Ada daerah atau klaster yang lebih banyak mengalami gejolak,” kata Menteri Kesehatan Pudi Gunadi Sadiq dalam konferensi pers, seraya menambahkan bahwa beberapa pasien dengan bala bantuan medis sedang dipindahkan ke kota lain untuk perawatan.

Di Kudas, media lokal melaporkan bahwa sekitar 300 petugas kesehatan menderita penyakit pernapasan. Pejabat kesehatan di daerah itu tidak segera dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Sementara itu, di Bandung, ibu kota Jawa Barat, provinsi terpadat di negara itu, kapasitas rumah sakit mencapai 79%, kata Ahani Raxanagara, kepala dinas kesehatan kota.

Dari 72.000 tempat tidur terisolasi di Indonesia, 31.000 saat ini ditempati, naik dari 22.000 bulan lalu, kata Pudi.

“Kami di Kementerian Kesehatan sedang mempersiapkan situasi yang mengerikan di mana semua pasien harus dirawat di rumah sakit,” kata menteri.

Dalam konferensi pers yang sama, Kapolri Listio Sikit Prabo mengatakan pembatasan operasional telah diperketat di Gudas dan Bangalan.

Di antara negara-negara yang terkena dampak terburuk di Asia, Indonesia mencatat sekitar 1,86 juta kasus Kovit-19 dan lebih dari 51.000 kematian, meningkat 6.993 infeksi setiap hari pada Senin dari 4 Maret.

READ  Perusahaan teknologi Grop Indonesia, Mtech, mengakuisisi 4% saham di SE Asia News & Top Stories

Meskipun Indonesia belum melihat lonjakan tajam dalam jumlah wabah nasional yang baru-baru ini memicu penguncian di negara-negara tetangga seperti Malaysia, beberapa ahli medis memperingatkan bahwa kontrol yang lebih ketat sangat diperlukan.

“Kita tunggu sampai meledak. Kudas dan Pangalan meledak,” kata Tri Unis Myco Vahiano, ahli epidemiologi Universitas Indonesia.

Standar kami: Prinsip Yayasan Thomson Reuters.