memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Indonesia mengumpulkan $245,5 juta dalam bentuk pajak digital | Globalisme

Indonesia mengumpulkan $245,5 juta dalam pajak digital hinh anh 1Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Antara)

Jakarta (VNA) – Indonesia Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pajak digital senilai 3,5 triliun rupee (US$245,5 juta) antara 1 Januari dan awal September.

Berbicara dalam rapat dengan Komisi 11 DPR RI yang membidangi perdagangan, perindustrian, penanaman modal, koperasi, usaha kecil menengah, dan badan usaha milik negara pada 13 September lalu, ia mengatakan pendapatan tersebut dihasilkan dari 83 perusahaan yang diperdagangkan. melalui sistem elektronik.

Dia mengatakan bahwa jumlah ini “indonesia tidak bisa mengumpulkan” sebelumnya.

Sri Mulyani menjelaskan, pajak ini diperoleh dengan mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) atas produk digital asing yang dikembangkan perusahaan tersebut.

Menurut Menkeu, perusahaan-perusahaan tersebut beroperasi dalam skala internasional dan memiliki operasi bisnis di Indonesia, antara lain Netflix, Zoom, Shopee, Alibaba Cloud Pte Ltd (Singapura) dan GitHub. Inc, Microsoft Corporation, Penjualan Regional Microsoft Pte. Ltd dan UCWeb Singapore Pte. Ltd.

Pada bulan April tahun lalu, pemerintah Indonesia merilis sebuah file pajak digital mengatur untuk perusahaan teknologi global Tidak terdaftar di Indonesia tetapi memiliki pendapatan dari konsumen di dalam negeri berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan dalam rangka penanganan pandemi COVID-19.

Di bawah undang-undang baru, bisnis non-residen dengan pendapatan minimal 600 juta rupiah dari produk dan layanan digital di Indonesia, atau setidaknya 12.000 kunjungan per tahun, diharuskan membayar pajak pertambahan nilai 10 persen. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia dapat memungut PPN atas barang dan/atau jasa tidak berwujud melalui transaksi e-niaga. Pemerintah juga dapat memungut pajak penghasilan atas transaksi sistem elektronik oleh individu asing atau perusahaan digital dengan “kehadiran ekonomi yang signifikan” di Indonesia. /.

READ  SBS Minta Maaf kepada Warga Indonesia Setelah Drama Raket Boys Draw

VNA