memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Indonesia mengincar $ 50 miliar dalam perdagangan bilateral dengan India pada tahun 2025

Indonesia mengincar $ 50 miliar dalam perdagangan bilateral dengan India pada 2025, dengan angka yang sudah mencapai $ 20 miliar tahun lalu.

Agus B. Saptono, Konsul Jenderal Indonesia, mengatakan negaranya ingin memperkuat hubungan perdagangan dan investasi dengan India di bidang teknologi informasi, kesehatan, obat-obatan, produk pertanian, komponen otomotif, dan proyek terkait pariwisata.

Berbicara kepada Lini bisnis Di sela-sela pertemuan dengan pejabat Kamar Dagang dan Industri Kerala di Jakarta, Senin, ia mengatakan, Indonesia ingin meningkatkan perdagangan rempah-rempah dari India yang meliputi cengkeh, pala, lada, vanili dll. Indonesia menganggap India sebagai tujuan investasi yang baik dan sedang mempertimbangkan kemitraan ekonomi yang komprehensif untuk saling menguntungkan kedua negara.

Kerala juga menawarkan peluang yang baik untuk membangun hubungan bisnis dengan Indonesia khususnya di bidang promosi pariwisata, produksi rempah-rempah dan ekspor furnitur yang memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar.

Menurut dia, ekspor Indonesia ke India terdiri dari tekstil, barang elektronik, sepatu dan kayu gergajian, sedangkan bahan kimia, obat-obatan, mesin, mobil dan mobil merupakan impor utama dari India ke Indonesia. Selain itu, perusahaan Indonesia telah banyak berinvestasi di sektor pengolahan makanan di India.

Menanggapi pertanyaan mengenai permasalahan terkait impor kelapa dari Indonesia karena harga yang tinggi, kekurangan peti kemas dan tarif angkut yang tinggi, Saptono mengatakan bahwa mereka menyadari situasi yang dihadapi para eksportir kelapa di India dan sedang berusaha menyelesaikan masalah terkait manfaatnya. dari kedua belah pihak.

Ditanya tentang dampak Covid terhadap dunia usaha, ia mengatakan perekonomian di negara ini secara perlahan mulai pulih dan tahun ini akan membaik.