memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Indonesia mengadopsi strategi baru untuk mencegah korban tewas Pemerintah-19

Jakarta. Jumlah kematian terkait virus corona di Indonesia meningkat drastis sejak awal Desember, mendorong pemerintah mencari pendekatan berbeda untuk mengurangi jumlah kematian yang hampir membubarkan sistem kesehatan.

Virus ini telah menewaskan lebih dari 10.700 orang di Indonesia sejak 1 Desember, terhitung 39 persen dari semua kematian sejak wabah pada awal Maret.

Indonesia terakhir mencatat kurang dari 100 kematian Pemerintah dalam satu hari pada tanggal 21 November.

Tetapi pemerintah berharap dapat membalikkan keadaan dengan menerapkan strategi baru.

“Kami berharap upaya peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan, khususnya untuk active case maintenance, akan menurunkan angka kematian,” kata Viku Adisasmito, juru bicara Satgas Govt 19 Indonesia, dalam wawancara baru-baru ini dengan Jakarta Globe.

Saat rumah sakit mendekati kapasitas 70 persen, Kementerian Kesehatan telah mendesak pemilik rumah sakit di seluruh negeri untuk mengalokasikan 40 persen tempat tidur untuk pasien Pemerintah-19.

Pemerintah berencana meningkatkan secara signifikan jumlah tenaga kesehatan yang aktif dan menerapkan terapi plasma aktif untuk mempercepat waktu penyembuhan pasien.

Meskipun Indonesia memberlakukan lockout sendiri, ini adalah gambaran yang sama sekali berbeda dari apa yang terjadi di Melbourne.

Vico, seorang ahli epidemiologi di Universitas Indonesia, mengatakan banyak kasus di negara tersebut membutuhkan kasus yang lebih aktif dan angka kematian dari biasanya, angka kesembuhan di atas angka nasional, atau angka kapasitas tempat tidur di atas 70 (PO) kapasitas untuk mengunci.

“PPKM (Penegakan Peraturan Kegiatan Sosial) di setiap daerah terus dipantau oleh Pokja Pusat melalui koordinasi rutin dengan Pokja Daerah,” ujarnya.

Seorang petugas pemakaman menunggu rekannya membantu mengevakuasi peti mati korban Govt-19 untuk dimakamkan di Pemakaman Pandok Rangoon, Jakarta Timur. (Foto oleh JG / Yuda Pascoro)

Pengujian yang dapat diakses
Pemerintah telah mengintensifkan upaya pencegahan melalui gugus tugas regional yang mengatur perubahan perilaku, jika tidak memperluas cakupan tes dan mencapai target tes yang sejalan dengan standar WHO.

READ  Indonesia berjanji untuk terus mempromosikan Olimpiade 2032 meskipun ada kemajuan di Brisbane

Baru-baru ini mereka menetapkan batas harga Rp 900.000 ($ 64) untuk tes swap Pemerintah-19, menyusul laporan bahwa beberapa rumah sakit swasta mengenakan biaya hingga Rp2 juta kepada pasien.

Pengujian Covit-19 gratis di rumah sakit pemerintah dengan syarat pasien menunjukkan gejala, katanya. Rumah sakit swasta di Jakarta mengenakan biaya kepada pasien hampir dua kali lipat untuk mendapatkan hasil tes dengan cepat, yang biasanya memakan waktu beberapa hari.

Pejabat pemerintah memperkirakan bahwa epidemi akan segera terkendali di Indonesia, dengan pelepasan vaksin pertama dilakukan pada 13 Januari.

Yang pertama divaksinasi adalah tenaga medis dan pejabat pemerintah, serta perwakilan tokoh masyarakat dan agama yang menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyediakan vaksin yang terbukti aman dan efektif.

“Kami menghindari melihat epidemi ini melalui lensa negatif, dan kami berharap ini dapat mengembangkan pelajaran epidemiologi Covit-19 untuk meningkatkan kesiapan dalam menghadapi keadaan darurat,” kata Vic.

“Masih ada ancaman epidemi lain yang mungkin kami hadapi di masa depan. Saat menghadapi wabah lain, Indonesia akan lebih waspada dan memitigasi risiko tersebut seefektif mungkin.”

Di Indonesia, 6,5 juta orang kehilangan pekerjaan karena wabah tersebut. Negara ini telah memasuki resesi dengan lebih dari 7 juta orang hidup dalam kemiskinan pada akhir tahun 2020.