memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Indonesia memperpanjang keringanan pajak barang mewah untuk mobil dengan mesin yang lebih kecil

Dalam upaya meningkatkan permintaan di tengah wabah virus Corona, Indonesia menawarkan keringanan pajak barang mewah atas penjualan kendaraan untuk mobil bermesin lebih kecil.

Menteri Perindustrian Agus Kumiwang Kardashian mengatakan pemerintah akan menerima sepenuhnya pajak penjualan mobil baru berkapasitas mesin 1.500 cc hingga Agustus. Ini akan mengimbangi setengah dari pajak pembelian baru yang dibuat dari September hingga Desember, katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo Indonesia mengumumkan pada bulan Februari kontribusinya sebesar 700 triliun rupee ($ 49,3 miliar) terhadap PDB tahunan dan insentif untuk mendukung sektor otomotif dan industri terkait yang mempekerjakan lebih dari 1,5 juta orang.

Di bawah skema insentif awal, pemerintah akan menerima pembayaran pajak 100% dari Maret hingga Mei, kemudian 50% dari Juni hingga Agustus dan 25% dari September hingga November.

Pada bulan Maret, pemerintah Ini juga akan membayar pajak barang mewah untuk kendaraan dengan kapasitas mesin 1.500cc hingga 2.500cc, menurut sebuah laporan.

Penjualan mobil domestik di Indonesia Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia yang juga dikenal dengan Kaikindo, jumlah tersebut turun hampir setengahnya pada 2020 dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya permintaan konsumen dan penutupan pabrik karena pembatasan operasional yang diberlakukan untuk perang Pemerintah-19.

Volume penjualan naik setelah kebijakan diterapkan, dengan penjualan di bulan Maret Data Keikindo menunjukkan, naik 73% per bulan.

– Dengan bantuan Grace Sihombing

READ  Orang Indonesia bergegas ke atas setelah gempa berkekuatan 6,1 di dekat Maluku