memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Indonesia kerahkan kapal sebagai sayap terapung untuk Covid-19

Jakarta. Pemerintah Indonesia telah menerbitkan lima kapal feri untuk digunakan sebagai fasilitas isolasi sementara bagi pasien Covid-19 dengan gejala ringan di beberapa kota dengan kapasitas gabungan lebih dari 3.000 tempat tidur.

Lima kapal feri itu melepas jangkar di Jayapura di Papua, Sorong di Papua Barat, Belawan di Sumatera Utara, Makassar di Sulawesi Selatan, dan Bitung di Sulawesi Utara.

“Tujuan dari fasilitas isolasi terapung ini adalah untuk mengangkut pasien yang melakukan isolasi mandiri dari rumahnya, sehingga mengurangi risiko berkumpulnya keluarga,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Erlanga Hartarto saat meninjau fasilitas di pelabuhan Jayapura, Papua.

Kelima kapal tersebut dimiliki dan dioperasikan oleh Perusahaan Pelayaran Pilny yang dikelola negara.

MV Tidar adalah yang terbesar dari lima dan memiliki kapasitas 929 tempat tidur. Sekarang ditempatkan di luar Jayapura, di mana acara multi-olahraga nasional akan berlangsung akhir bulan ini.

Airlangga mengatakan jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di fasilitas itu turun tajam menjadi hanya 17 pada Sabtu.

Dia mengatakan feri itu mencakup enam dokter, 12 perawat, ahli gizi, dua apoteker, empat sukarelawan, dan empat analis medis.

MV Tidar tiba di Jayapura pada 14 Agustus atas permintaan kementerian kesehatan kota. Layanan ini akan berlanjut hingga penutupan Pesta Olahraga Nasional pada pertengahan Oktober.

Pemerintah sedang menggenjot vaksinasi di Papua, khususnya di kota Jayapura, Merauki dan Mimica yang akan menjadi tempat penyelenggaraan event olahraga tersebut.

Airlangga mengatakan semua penduduk dewasa di tiga kota tersebut diharapkan menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19 pada saat acara dimulai.

“Hanya orang yang divaksinasi yang bisa menonton pertandingan di lokasi, jadi kami berharap semakin banyak orang yang datang untuk mendapatkan pukulan,” katanya.

READ  Raksasa internet yang baru bergabung, GoTo, menunjuk CFO veteran sebelum IPO yang direncanakan
Menko Perekonomian Irlanga Hartarto (kanan) menyapa awak kapal MV Tidar di Pelabuhan Gaiaura, Papua, 4 September 2021. Kapal feri tersebut diubah menjadi fasilitas isolasi sementara pasien Covid-19 di ibu kota provinsi. (Foto milik Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)

Di kota pesisir Sorong di negara tetangga Papua Barat, pemerintah pusat telah mengerahkan MV Sirimau dengan kapasitas 449 tempat tidur. Namun dalam praktiknya, baru 160 tempat tidur yang dilengkapi dan jumlah pasien sudah berkurang menjadi hanya lima.

Untuk Makassar, pemerintah telah mengirimkan MV Umsini yang mampu menampung 785 pasien.

Dua kapal lainnya adalah MV Bukit Raya yang berbasis di Belawan dan MV Tatamailau di Bitung, masing-masing berkapasitas 450 dan 448 tempat tidur.

Pengerahan kapal rumah sakit darurat datang sebagai solusi untuk mengekang infeksi di kota-kota yang dilanda wabah di luar Jawa dan Bali di mana pemerintah daerah tidak memiliki bangunan umum yang cukup besar untuk menampung ratusan pasien ketika rumah sakit penuh sesak.